BLORA, Sudutkota.id – Tiga hari setelah munculnya laporan keluhan kesehatan dari penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan terus bertambah.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mencatat hingga, Kamis (10/9/2026), terdapat 216 penerima manfaat yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan, mulai dari sakit perut, diare hingga muntah.
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan dan pembaruan data setiap hari terhadap penerima manfaat dari SPPG Sukorejo 2.
Menurutnya, kondisi setiap penerima manfaat berbeda-beda sehingga gejala yang dirasakan tidak selalu sama.
“Kita lakukan update setiap hari pasca insiden pertama di SMA Negeri 1 Tunjungan. Semalam (Rabu, 9/9/2026), sekitar 21.30 WIB terlaporkan ada tambahan korban,” ujar Edi, Kamis (10/9/2026).
Edi merinci, laporan keluhan kesehatan berasal dari sejumlah satuan pendidikan yang menjadi sasaran distribusi MBG SPPG Sukorejo 2.
Di SMA Negeri 1 Tunjungan, terdapat 133 siswa dan satu guru yang dilaporkan mengalami keluhan. Kemudian dari SMP IT terdapat 35 siswa dan satu kepala sekolah.
Selanjutnya, dari SD IT dilaporkan 30 siswa dan delapan guru mengalami keluhan. Sementara dari MTs Al-Banjari terdapat tiga siswa.
Selain dari satuan pendidikan, Dinkesda juga menerima laporan dari kelompok penerima manfaat B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Di Desa Kedungrejo, Tunjungan terdapat penerima manfaat yang mengalami keluhan yang sama. Di sana ada empat ibu menyusui dan satu balita,” ungkapnya.
Dengan adanya laporan tambahan tersebut, Dinkesda masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terhadap penerima manfaat yang mengalami keluhan setelah menerima menu MBG dari SPPG Sukorejo 2.
Di tengah bertambahnya laporan, sejumlah penerima manfaat juga masih menjalani perawatan. Edi menyebut hingga Kamis terdapat lima orang yang masih menjalani rawat inap.
“Saat ini masih ada yang rawat inap lima orang, dua di Klinik Citra Mulia, satu di Puskesmas Japah, dan dua orang di RSUD Blora,” terang Edi.
Kasus ini pertama kali diketahui dari SMA Negeri 1 Tunjungan pada Selasa (8/9/2026). Saat itu, sejumlah siswa mengalami keluhan sakit perut, mual hingga muntah.
Pihak sekolah kemudian memutuskan untuk tidak menerima distribusi menu MBG pada hari tersebut.
Sementara berdasarkan keterangan sejumlah siswa, keluhan mulai dirasakan setelah mereka pulang sekolah, pada Senin (7/9/2026), setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada hari tersebut. Keluhan bahkan masih dirasakan sebagian siswa hingga keesokan harinya saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Hingga kini, Dinkesda Blora masih melakukan pemantauan terhadap kondisi penerima manfaat serta pembaruan data. Sementara penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.





















