Nasional

Anggia Ermarini Soroti Pariwisata Bali yang Terlalu Bertumpu di Selatan

13
×

Anggia Ermarini Soroti Pariwisata Bali yang Terlalu Bertumpu di Selatan

Share this article
Anggia Ermarini Soroti Pariwisata Bali yang Terlalu Bertumpu di Selatan
Anggota Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI meninjau penguatan ekosistem pariwisata di Denpasar.(Foto:sudutkota.id/dok. DPR RI)

JAKARTA, Sudutkota.id – Bali sudah lama menjadi etalase pariwisata Indonesia. Namun, besarnya nama Bali di mata wisatawan belum sepenuhnya diikuti pemerataan aktivitas pariwisata di seluruh wilayah pulau tersebut.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini melihat konsentrasi wisatawan yang masih bertumpu di Bali Selatan sebagai persoalan yang perlu segera diurai. Padahal, Bali Utara, Barat, dan Timur dinilai memiliki potensi yang tidak kalah besar untuk dikembangkan.

“Bali ini memang menjadi mukanya Indonesia, bahkan mendunia. Kita tahu semua itu. Tetapi masih punya masalah besar, yaitu pariwisatanya sangat berpusat di Bali Selatan. Padahal Bali Barat, Timur, dan Utara itu juga potensinya besar sekali,” ujar Anggia dalam keterangan rilisnya, Jumat (4/9/2026).

Menurut Anggia, persoalannya bukan semata-mata bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Bali. Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengarahkan arus wisatawan agar manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya berputar di kawasan tertentu.

Karena itu, ia meminta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mulai melihat potensi destinasi di luar Bali Selatan sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata.

“Kita meminta InJourney dalam hal ini untuk mengembangkan dan mengarahkan pariwisata ke wilayah utara, barat, dan timur supaya kepadatan wisatawan di selatan dapat terurai,” lanjutnya.

Bagi Komisi VI, membuka destinasi baru juga tidak cukup dilakukan dengan promosi. Infrastruktur dan ekosistem pendukung harus dipastikan mampu mengikuti perkembangan destinasi yang dikembangkan.

Konektivitas, logistik hingga digitalisasi menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar kawasan wisata di luar Bali Selatan tidak hanya memiliki potensi di atas kertas, tetapi benar-benar mudah dijangkau dan memberikan pengalaman yang baik bagi wisatawan.

Di sisi lain, Anggia mengingatkan agar keberhasilan pariwisata tidak hanya dihitung berdasarkan jumlah wisatawan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah seberapa besar perputaran ekonomi tersebut dirasakan masyarakat lokal.

“Tidak hanya bicara tentang bagaimana penambahan wisatawan yang hadir, tetapi juga bagaimana berdampak pada masyarakat di Bali itu sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, pelaku UMKM harus ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Ketika wisatawan bergerak ke berbagai wilayah Bali, peluang ekonomi bagi masyarakat setempat juga harus ikut terbuka.

“UMKM lokal harus naik kelas, lalu kemudian masyarakat juga menikmati keberhasilan Bali sebagai tempat pariwisata,” pungkas Anggia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *