DaerahPeristiwa

BGN Pastikan Korban MBG di Sidoarjo Membaik, SPPG Kalitengah Disuspend dan Kepala Dapur Dicopot

18
×

BGN Pastikan Korban MBG di Sidoarjo Membaik, SPPG Kalitengah Disuspend dan Kepala Dapur Dicopot

Share this article
BGN Pastikan Korban MBG di Sidoarjo Membaik, SPPG Kalitengah Disuspend dan Kepala Dapur Dicopot
Bupati Sidoarjo, Subandi mendampingi Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono, dan Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi, saat mengunjungi korban keracunan MBG di Sidoarjo.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

SIDOARJO, Sudutkota.id – Penanganan kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat perhatian langsung Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, memastikan kondisi 748 santri yang terdampak kini berangsur membaik. Sebagian besar telah kembali ke pondok setelah menjalani perawatan. Sementara 22 korban masih dirawat di sembilan rumah sakit.

Kepastian tersebut disampaikan Trenggono saat melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Ia datang bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi serta lima anggota Tim Kantor Staf Presiden (KSP).

Rombongan KSP tersebut terdiri dari Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, Letjen TNI (Purn) Alfred Denny Tuejeh, Lindsey Arsari Puteri, Irhamna, dan Irhash Ahmady.

Didampingi Bupati Sidoarjo Subandi, Trenggono terlebih dahulu meninjau kondisi korban di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Kemudian rombongan mendatangi Ponpes Manbaul Hikam, untuk melihat kondisi para santri sekaligus menggali kronologi kejadian dari pengasuh pondok pesantren.

Selain itu, Trenggono juga meninjau SPPG Al-Amanah Junwangi yang berada di kompleks Ponpes Al-Amanah, Junwangi, Krian.

Trenggono mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah santri yang terdampak mencapai sekitar 740 orang dan kemudian terdata sebanyak 748 korban. Sebagian besar telah pulih dan diperbolehkan kembali ke pondok.

“Saya sampaikan bahwa dari laporan pengasuh pondok pesantren, yang terdampak adalah 740-an. Kemudian sampai dengan pagi ini sudah kembali semua, tinggal 22 di sembilan rumah sakit atau tempat kesehatan. Dan semua sudah dalam kondisi pulih, sudah dalam kondisi baik,” ujar Trenggono.

Di tengah proses pemulihan para korban, BGN mengambil langkah tegas terhadap SPPG Kalitengah, yang diduga menjadi sumber makanan dalam program MBG yang dikonsumsi para santri.

SPPG tersebut untuk sementara disuspend berat dan tidak diperbolehkan kembali beroperasi untuk melayani program MBG sampai proses evaluasi dan investigasi selesai.

Tak hanya menghentikan operasional, BGN juga mencopot kepala dapur SPPG Kalitengah.

“Sementara kita suspend, suspend berat, artinya kita evaluasi, kita adakan investigasi. Kemudian juga kepala dapur kita copot, kita berhentikan. Nanti kita cek apakah ada hal-hal unsur lain yang kira-kira membuat kejadian fatal ini,” tegasnya.

Menurutnya, investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, termasuk memastikan apakah terdapat kelalaian atau ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan dapur SPPG.

Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf atas dugaan kelalaian maupun ketidakpatuhan petugas dapur yang menyebabkan terjadinya insiden tersebut.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kami atas mungkin kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur, sehingga adanya kejadian fatal ini,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi gerak cepat Pemkab Sidoarjo dalam menangani ratusan korban. Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi hal utama agar kondisi korban dapat segera tertangani.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah bertindak cepat, sehingga semuanya tertangani dengan baik. Itu yang utama adalah harus tertangani dengan baik,” terangnya.

Ia menegaskan BGN selama ini telah menerapkan pengawasan terhadap operasional dapur SPPG di berbagai daerah.

Pengawasan dilakukan secara rutin, termasuk melalui rapat daring bersama para penanggung jawab SPPG di seluruh provinsi.

Menurutnya, proses pengawasan dilakukan sejak bahan makanan diterima hingga makanan selesai dimasak dan didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kami mengecek secara langsung melalui Zoom mulai dari penerimaan barang mentah sampai dengan pengecekan, baik-buruknya bahan-bahan ini. Sampai dengan jam 2 malam, itu ada kegiatan mulai dari pembersihan bahan-bahan, masak, sampai dengan pendistribusian, termasuk porsian,” jelasnya.

Meski pengawasan disebut telah dilakukan secara ketat, insiden di Sidoarjo menjadi evaluasi serius bagi BGN. Investigasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Kalitengah.

Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mengatakan pihaknya siap memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak yang terdampak apabila dibutuhkan.

Menurutnya, selain memastikan kondisi fisik pulih, pemulihan psikologis dan emosional para santri juga perlu mendapat perhatian agar mereka dapat kembali mengikuti aktivitas belajar dengan baik.

“Kalau memang pihak pondok pesantren bisa melakukan pendekatan trauma healing untuk anak-anak, ya alhamdulillah. Tapi seandainya masih membutuhkan, kami siap untuk berkolaborasi agar anak-anak ini siap kembali ke sekolah,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *