JOMBANG, Sudutkota.id – Perjalanan panjang harus ditempuh para utusan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari berbagai pelosok Indonesia untuk menghadiri Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.
Salah satunya PCNU Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Rombongan yang dipimpin Ketua Tanfidziyah PCNU Morotai, Ibrahim Ahmad, menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga hari sebelum akhirnya tiba di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Selasa (25/8/2026) malam.
Perjalanan rombongan PCNU Morotai dilakukan dengan kombinasi transportasi laut dan udara. Dari Pulau Morotai, rombongan terlebih dahulu menggunakan kapal laut menuju Kota Ternate.
Perjalanan laut tersebut harus ditempuh selama satu malam dengan menghadapi kondisi perjalanan antarpulau. Setelah tiba di Ternate, rombongan tidak dapat langsung melanjutkan perjalanan ke Jawa karena harus menyesuaikan jadwal penerbangan.
Rombongan kemudian menginap satu malam di Ternate. Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan melalui Bandara Internasional Sultan Babullah menuju Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur.
“Alhamdulillah, perjalanan dari Morotai sampai ke Jombang berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Ibrahim Ahmad.
Setibanya di Bandara Juanda, rombongan PCNU Morotai langsung menuju lokasi penginapan yang telah disiapkan panitia Muktamar Ke-35 NU. Para peserta diarahkan menuju area MAN Tower untuk mendapatkan fasilitas penginapan.
Ibrahim mengapresiasi kesiapan panitia lokal dalam menyambut para utusan Muktamar NU, khususnya peserta yang datang dari wilayah Indonesia bagian timur.
Menurut dia, pelayanan panitia sejak kedatangan hingga proses registrasi peserta berlangsung cepat dan responsif. Sambutan hangat tersebut membuat rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang sedikit terobati.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia Muktamar yang telah menyambut dan melayani kami dengan sangat baik,” katanya.
Bagi PCNU Morotai, kehadiran dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Forum tertinggi NU tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyampaikan aspirasi warga Nahdliyin dari berbagai daerah.
Ibrahim berharap Muktamar Ke-35 NU dapat menghasilkan keputusan strategis bagi masa depan Nahdlatul Ulama, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan perkembangan zaman.
“Kami berharap hasil Muktamar nanti bisa membawa NU menjadi organisasi yang lebih baik, modern dan mampu menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Kehadiran PCNU Morotai juga menjadi gambaran kuatnya soliditas Nahdlatul Ulama hingga wilayah kepulauan terluar Indonesia. Meski harus menempuh perjalanan berhari-hari melalui laut dan udara, rombongan tetap bersemangat mengikuti seluruh rangkaian Muktamar Ke-35 NU hingga selesai.
Rombongan PCNU Morotai kini siap mengikuti agenda persidangan dan membawa aspirasi warga Nahdliyin dari Maluku Utara dalam forum Muktamar NU 2026 di Jombang.




















