Daerah

Balon Tak Boleh Lepas, Kelereng Tak Boleh Jatuh! Lomba Unik HUT Ke-81 RI di Bunulrejo Bikin Tawa Warga Pecah

19
×

Balon Tak Boleh Lepas, Kelereng Tak Boleh Jatuh! Lomba Unik HUT Ke-81 RI di Bunulrejo Bikin Tawa Warga Pecah

Share this article
Balon Tak Boleh Lepas, Kelereng Tak Boleh Jatuh! Lomba Unik HUT Ke-81 RI di Bunulrejo Bikin Tawa Warga Pecah
Anak-anak RW 16 Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengikuti lomba mengempit balon sambil membawa kelereng di atas sendok dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Minggu (2/8/2026).(foto:sudutkota.id/Andik Agus Demit)

Sudutkota.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di RW 16, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Minggu (2/8/2026), berlangsung semarak dan penuh keceriaan.

Berbeda dari perlombaan pada umumnya, panitia menghadirkan sebuah permainan sederhana namun penuh tantangan yang sukses mencuri perhatian warga.

Di lokasi, jalan kampung yang dihiasi bendera Merah Putih dan umbul-umbul berubah menjadi arena penuh gelak tawa. Puluhan anak dari RT 01 hingga RT 05 silih berganti menunjukkan kemampuan mereka dalam menyelesaikan tantangan yang ternyata jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.

Setiap peserta diwajibkan menjepit balon di antara kedua kaki, sementara tangan kanan memegang sendok berisi satu butir kelereng. Dengan posisi tersebut, mereka harus berjalan sejauh sekitar lima meter menuju garis finis. Tantangannya sederhana, tetapi aturan mainnya tegas, balon tidak boleh lepas dan kelereng tidak boleh jatuh.

Begitu peluit dibunyikan, suasana langsung riuh. Ada peserta yang baru melangkah beberapa langkah sudah kehilangan keseimbangan. Sebagian lainnya berhenti sejenak karena takut kelereng jatuh. Bahkan tidak sedikit yang harus kembali ke garis start lantaran balon terlepas saat berjalan.

Tingkah polos para peserta membuat para orang tua dan warga yang memenuhi sisi jalan kampung tak mampu menahan tawa. Tepuk tangan dan sorakan terus menggema, memberi semangat kepada anak-anak yang pantang menyerah meski berkali-kali gagal mencapai garis akhir.

Peserta lomba merupakan anak laki-laki dan perempuan berusia sekitar 5 hingga 9 tahun. Meski berlomba memperebutkan gelar juara, wajah mereka tetap dipenuhi senyum. Bagi mereka, kemenangan bukanlah tujuan utama. Keseruan bermain bersama teman-teman menjadi hadiah paling berharga dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

Ketua Seksi Lomba, Agus “Congkrik”, mengatakan konsep perlombaan sengaja dibuat kreatif agar mampu menghibur sekaligus melatih konsentrasi, keseimbangan, kesabaran, dan sportivitas anak-anak.

“Kami ingin anak-anak menikmati peringatan Hari Kemerdekaan dengan permainan yang sederhana tetapi berkesan. Ternyata respons warga luar biasa. Anak-anak senang, orang tua ikut terhibur, dan suasana kampung menjadi semakin hidup,” ujarnya.

Agus menjelaskan, seluruh kegiatan terlaksana berkat kekompakan warga dan dukungan penuh para pemuda Karang Taruna yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba. Semangat gotong royong menjadi modal utama sehingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung lancar.

Menurutnya, peringatan HUT RI bukan sekadar menggelar perlombaan setiap tahun. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan harus mampu mempererat hubungan antartetangga, menumbuhkan rasa kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kembali permainan sederhana yang sarat nilai edukasi kepada anak-anak di tengah maraknya gawai dan permainan digital.

Suasana semakin meriah ketika satu per satu peserta berhasil mencapai garis finis. Warga memberikan tepuk tangan meriah kepada setiap anak, tanpa memandang siapa yang menang atau kalah. Kebersamaan, kegembiraan, dan semangat persatuan menjadi pemandangan yang paling menonjol sepanjang kegiatan.

Perayaan sederhana di gang perkampungan itu membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari kekompakan warga yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak.

Di balik balon yang dijepit dan kelereng yang dijaga agar tak jatuh, tersimpan pesan tentang perjuangan, ketekunan, dan kebersamaan yang menjadi ruh peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *