Daerah

Logo HUT ke-25 Kota Batu Diluncurkan, Usung Semangat “Kreatif Sae” dan Jaga Alam

3
×

Logo HUT ke-25 Kota Batu Diluncurkan, Usung Semangat “Kreatif Sae” dan Jaga Alam

Share this article
Wali Kota Batu Nurochman meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). (Foto: Sudutkota.id/CHA)

BATU, Sudutkota.id – Wali Kota Batu Nurochman meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Halaman Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Kamis (17/9/2026). Logo tersebut mengusung semangat “Kreatif Sae” dengan tagline “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya” dan “Batu Sae Berkelanjutan.”

Nurochman mengatakan, peluncuran logo Hari Jadi merupakan bagian dari tradisi Pemerintah Kota Batu dalam memperingati perjalanan dan capaian pembangunan daerah setiap tahun.

“Menjadi tradisi ya di pemerintah kota ketika hari jadi setiap tahunnya diperingati, dirayakan sebagai bentuk rasa syukur atas capaian perjalanan Pemerintah Kota Batu,” ujar Nurochman.

Logo Hari Jadi ke-25 tersebut merupakan hasil karya aparatur internal Pemerintah Kota Batu. Sebanyak lima nominator sebelumnya mengikuti proses pemilihan dengan menyumbangkan ide kreatif untuk desain logo.

Menurut Nurochman, pemilihan dilakukan dengan melibatkan kelima nominator untuk memberikan penilaian terhadap karya peserta lainnya. Setelah dilakukan penilaian silang, karya yang mendapat pilihan mayoritas ditetapkan sebagai logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu.

“Alhamdulillah itu hasil karya anak-anak internal Pemerintah Kota. Ada lima nominasi atau nominator yang mengikuti, menyumbangkan ide kreatifnya,” katanya.

Nurochman menjelaskan, semangat “Kreatif Sae” menjadi pesan agar Pemerintah Kota Batu terus mengembangkan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat dengan gagasan yang kreatif.

“Kita harus lebih kreatif di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Itu yang melandasi yang pertama,” ujarnya.

Selain itu, Kota Batu tengah mengikuti UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dengan mengusung bidang gastronomi. Kota Batu membawa tema agro-kreatif bidang gastronomi yang berkaitan dengan makanan tradisional yang memiliki sejarah di daerah tersebut.

“Kota Batu mengusung tema agrokreatif bidang gastronomi. Gastronomi adalah karya makanan tradisional yang punya histori, yang punya kesejarahan yang ada di Kota Batu,” kata Nurochman.

Ia mengatakan, pemerintah daerah belum menetapkan jenis makanan yang akan diusung. Selanjutnya, Pemkot Batu akan berdiskusi dengan pelaku ekonomi kreatif untuk merumuskan konsep tersebut.

“Kita belum menetapkan makanan apa. Tapi momen itu menjadi trigger bagi kami untuk kemudian segera bisa mewujudkan. Next, kami akan bicara dengan teman-teman kreatif ekraf yang ada di Kota Batu untuk kemudian kita rumuskan bersama-sama,” ujarnya.

Nurochman berharap Kota Batu dapat terpilih sebagai Kota Kreatif Gastronomi dalam UCCN. Keputusan UNESCO, kata dia, masih ditunggu dalam beberapa hari ke depan.

“Mohon doanya semoga Kota Batu bisa terpilih sebagai Kota Kreatif Gastronomi yang nantinya akan ditetapkan oleh UNESCO. Tapi kita tunggu keputusan dari UNESCO beberapa hari ke depan,” katanya.

Sementara itu, tagline “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya” menjadi pesan untuk melibatkan berbagai unsur dalam pembangunan Kota Batu. Menurut Nurochman, kebijakan pemerintah perlu dirumuskan dengan melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

“Maka kita harus melibatkan banyak pihak, pentahelix begitu, semua unsur kita libatkan untuk bangkit bersama, berpikir tentang Kota Batu ke depan,” tuturnya.

Pesan “Jaga Alam Raya” juga berkaitan dengan komitmen menjaga lingkungan Kota Batu di tengah pertumbuhan pembangunan.

“Komitmen merawat kondisi lingkungan kita, alam kita, tentu itu harus kita kedepankan dan menjadi komitmen yang menjadi dasar-dasar kebijakan Pemerintah Kota Batu,” ujarnya.

Adapun tagline “Batu Sae Berkelanjutan” mencerminkan harapan agar Kota Batu terus berkembang dengan dukungan gagasan kreatif dan tetap memperhatikan keberlanjutan daerah.

“Tentu kita ingin Batu terus tumbuh berkembang ke depan, pemikiran-pemikiran kreatif, pemikiran-pemikiran bagus untuk Kota Batu, untuk keberlanjutan Kota Batu sampai kapan pun,” katanya.

Wali Kota Batu Nurochman meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Halaman Balai Kota Among Tani, Kamis (17/9/2026). (Foto: Sudutkota.id/CHA)

Nurochman juga menekankan pentingnya kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat.

“Tentu kita semuanya berharap semua pengambil kebijakan betul-betul berorientasi untuk kepentingan masyarakat, untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan berbagai unsur masyarakat terus terjaga dalam pembangunan Kota Batu.

“Semoga terus bisa bersinergi dengan semua pihak untuk membangun bersama-sama Kota Batu,” katanya.

Peluncuran logo tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi, Ketua Panitia HUT Kota Batu ke-25 Badrut Tamam Widagdo, jajaran SKPD Pemerintah Kota Batu, Forkopimda Kota Batu, serta tokoh masyarakat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *