Nasional

Investor AI Asal China Lirik Banten, Ade Yuliasih Ingatkan Keamanan Data Jadi Prioritas

3
×

Investor AI Asal China Lirik Banten, Ade Yuliasih Ingatkan Keamanan Data Jadi Prioritas

Share this article
Investor AI Asal China Lirik Banten, Ade Yuliasih Ingatkan Keamanan Data Jadi Prioritas
Anggota DPD RI asal Banten, Ade Yuliasih (kiri) mendampingi CEO Hexavia, Qimeng Sun, saat bertemu Gubernur Banten, Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.(foto:sudutkota.id/dok. DPD RI)

Sudutkota.id – Minat investor asing mengembangkan pusat data (data center) dan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Provinsi Banten mendapat sambutan positif.

Namun, Anggota DPD RI asal Banten, Ade Yuliasih, mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mengejar masuknya investasi, tetapi juga memastikan keamanan data pribadi masyarakat menjadi prioritas.

Hal itu disampaikan Ade usai mendampingi CEO Hexavia, Qimeng Sun, bertemu Gubernur Banten Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Jum’at (31/7/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang investasi pembangunan data center dan pengembangan teknologi AI di Banten.

Menurut Ade, investasi di sektor digital berpotensi memperkuat perekonomian daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Namun, pembangunan data center memiliki konsekuensi besar karena berkaitan dengan penyimpanan, pengelolaan, dan perlindungan data dalam jumlah besar.

“Kami menyambut investasi yang dapat memperkuat ekonomi dan membuka lapangan kerja. Namun, investasi data center dan AI bukan hanya persoalan pembangunan infrastruktur. Ada keamanan data, privasi, dan hak masyarakat yang harus dilindungi sejak awal,” ujar Ade.

Ia menilai perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru terhadap perlindungan hak masyarakat. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap investasi berjalan sesuai regulasi dan tidak membuka peluang penyalahgunaan data pribadi.

“Kemajuan teknologi harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Jangan sampai teknologi justru membuka ruang bagi penyalahgunaan informasi pribadi,” tegasnya.

Selain aspek keamanan, Ade berharap investasi digital mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Banten. Menurutnya, kehadiran industri teknologi harus diikuti dengan penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta transfer teknologi.

“Kita tidak hanya ingin Banten menjadi lokasi pembangunan infrastruktur digital. Masyarakat Banten harus memperoleh kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi, dan ikut tumbuh bersama industri tersebut,” katanya.

Ade menambahkan, Banten memiliki modal kuat untuk menjadi tujuan investasi digital karena didukung letak geografis yang strategis, akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Merak, serta ketersediaan infrastruktur pendukung seperti pasokan listrik dan sumber daya air.

Meski demikian, ia meminta rencana investasi tersebut dikaji secara menyeluruh, mencakup aspek teknis, hukum, lingkungan, keamanan data, kesiapan tenaga kerja, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat daerah.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan Pemerintah Provinsi Banten terbuka terhadap masuknya investasi selama memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah berusaha memfasilitasi semaksimal mungkin para calon investor yang akan masuk ke Indonesia,” ujar Andra.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *