Sudutkota.id – Pemerintah Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas daerah. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Pemkot Kediri kembali menggelar Prosesi Manusuk Sima yang menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah panjang lahir dan berkembangnya Kota Kediri.
Prosesi sakral yang menjadi bagian dari rangkaian Mendak Tirta tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, serta masyarakat Kota Kediri. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang telah diwariskan para leluhur sekaligus memperkuat karakter budaya di tengah arus modernisasi.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, Prosesi Manusuk Sima bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam menjaga keberlanjutan sejarah dan budaya yang menjadi fondasi pembangunan kota.
“Tahun ini menjadi momen yang istimewa karena Prosesi Mendak Tirta dan Manusuk Sima kembali diselenggarakan di kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah lahirnya Kota Kediri. Tempat ini mengingatkan kita akan perjalanan panjang peradaban yang telah dibangun oleh para leluhur sejak berabad-abad silam,” ujar Vinanda.
Menurutnya, sejarah telah mencatat Kota Kediri sebagai pusat kehidupan, perdagangan, dan kebudayaan yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Nusantara. Karena itu, pelestarian tradisi menjadi bagian penting dalam menjaga jati diri kota sekaligus memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.
“Prosesi Manusuk Sima merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kemajuan Kota Kediri. Tradisi ini mengajarkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak pernah hadir secara instan, tetapi lahir dari kerja keras, semangat gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkapnya.
Pada peringatan Hari Jadi ke-1.147, Kota Kediri mengusung tema ‘Sinergi Lintas Generasi Melalui Inovasi dengan Menjaga Tradisi’. Tema tersebut menjadi arah pembangunan Kota Kediri dengan memadukan pengalaman dan kebijaksanaan generasi terdahulu bersama kreativitas serta inovasi generasi muda.
Vinanda menegaskan, Pemerintah Kota Kediri akan terus mendorong berbagai inovasi di berbagai sektor tanpa mengesampingkan akar budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Inovasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi. Dengan begitu, Kota Kediri akan terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Vinanda mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Hari Jadi Kota Kediri sebagai penguat semangat kolaborasi dalam membangun daerah. Menurutnya, usia Kota Kediri yang telah mencapai 1.147 tahun merupakan perjalanan panjang yang sarat dengan sejarah, prestasi, sekaligus tantangan yang harus dijawab bersama.
“Mari kita rawat warisan sejarah, menjaga keberlanjutan peradaban, memperkuat persatuan, serta menghadirkan inovasi demi mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN, yaitu Maju, Adaptif, Produktif, Aman, dan Nyaman. Semoga Kota Kediri senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya,” pungkas Vinanda.
Melalui penyelenggaraan Prosesi Manusuk Sima, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya merawat tradisi sebagai warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas daerah yang menjadi pijakan dalam membangun kota yang modern, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai sejarah serta kearifan lokal.




















