Pendidikan

UKM Wanala UNAIR Edukasi Siswa SD di Bawean Soal Bahaya Mikroplastik dan Sampah Laut

14
×

UKM Wanala UNAIR Edukasi Siswa SD di Bawean Soal Bahaya Mikroplastik dan Sampah Laut

Share this article
UKM Wanala UNAIR Edukasi Siswa SD di Bawean Soal Bahaya Mikroplastik dan Sampah Laut
Mahasiswa Unair mengedukasi warga Bawean. (foto:sudutkota.id/Humas Unair)

Sudutkota.id – Upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan di wilayah kepulauan terus digencarkan. Kali ini UKM Pencinta Alam Wanala Universitas Airlangga melalui Divisi Lingkungan Hidup dan Alam Bebas menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Karsa Lestari Bawean.

Kegiatan edukatif tersebut dilaksanakan di SD Islam Terpadu Al Huda Bawean pada Kamis (23/7/2026). Sasaran utamanya adalah siswa sekolah dasar yang dianggap berada di fase penting pembentukan karakter dan kebiasaan.

Ketua Operasional Divisi PLHAB UKM Wanala, Bima Ardhia Vardhan, mengatakan program ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan dan ekonomi.

“Tujuan kami adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa mikroplastik sudah menjadi persoalan serius. Harapannya siswa SD IT Al Huda bisa menjadi agen perubahan yang lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Bima.

Pemilihan Pulau Bawean sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Wilayah kepulauan ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap pencemaran sampah laut.

Sampah plastik yang masuk ke laut tidak akan hilang. Ia akan terurai menjadi partikel sangat kecil yang disebut mikroplastik. Partikel ini kemudian termakan biota laut dan ikan.

Karena masyarakat Bawean banyak menggantungkan hidup pada hasil laut, rantai makanan tersebut berpotensi membawa mikroplastik masuk ke tubuh manusia. Dampaknya bisa memicu masalah kesehatan dalam jangka panjang.

Ditambah lagi, keterbatasan sarana pengelolaan sampah di pulau-pulau kecil membuat pencegahan dari hulu menjadi pilihan paling efektif. Yakni melalui edukasi pengurangan penggunaan plastik.

Agar pesan tersampaikan, kegiatan dikemas interaktif. Selain pemaparan materi pengenalan mikroplastik, siswa juga diajak praktik langsung.

Tim Wanala membawa sampel air laut dari perairan Sangkapura untuk diuji bersama anak-anak. Tujuannya agar siswa bisa melihat sendiri keberadaan partikel mikroplastik.

Lutfia Anantara, salah satu siswa SD IT Al Huda, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Menurutnya teman-teman sangat antusias dan aktif bertanya.

“Kegiatannya seru. Teman-teman juga banyak yang sudah mulai mengurangi sampah plastik di sekolah,” ucap Lutfia.

Melalui Karsa Lestari Bawean, Divisi PLHAB Wanala Unair berharap edukasi ini tidak berhenti di kelas. Siswa diharapkan bisa membawa kebiasaan baik ke rumah dan lingkungan sekitar.

Dengan menanamkan literasi lingkungan sejak usia dini, Wanala Unair ingin mencetak generasi Bawean yang lebih siap menjaga kelestarian pulau dari ancaman pencemaran mikroplastik.

Program ini merupakan bagian dari pilar pendidikan lanjutan Divisi PLHAB UKM Wanala UNAIR yang fokus pada pemberdayaan masyarakat di wilayah rentan lingkungan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *