Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang bersama TNI, Polri, Malang Tahes Club (MTC), dan masyarakat menggelar kerja bakti di kawasan Monumen Pahlawan TRIP, Senin (20/7/2026), dalam rangka menyambut Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara.
Kegiatan yang dipusatkan di salah satu situs bersejarah Kota Malang itu tidak hanya berfokus pada pengecatan dan pembenahan area monumen serta paving, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi lintas elemen dalam menjaga warisan sejarah dan menumbuhkan semangat nasionalisme.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan kerja bakti tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya para Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) yang gugur di Kota Malang.
“Atas nama Pemerintah Kota Malang, kami menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini. Kolaborasi antara TNI AU, TNI-Polri, Malang Tahes Club, dan masyarakat menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan dalam merawat nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Wahyu Hidayat.
Ia menjelaskan, Monumen Pahlawan TRIP memiliki nilai historis yang sangat tinggi karena menjadi pengingat perjuangan para pelajar pejuang yang gugur saat mempertahankan Kota Malang dari agresi penjajah.
Menurut Wahyu, menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan monumen merupakan tanggung jawab bersama agar generasi muda tetap mengenal sejarah perjuangan bangsa.
Selain sebagai rangkaian Hari Bakti ke-79 TNI AU, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menjelang peringatan gugurnya Pahlawan Tentara Republik Indonesia Pelajar yang akan diperingati pada 31 Juli mendatang.
Kerja bakti diikuti personel TNI AU, TNI AD, Polri, jajaran Pemerintah Kota Malang, anggota MTC, serta masyarakat sekitar. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan, melakukan pengecatan fasilitas monumen, hingga merapikan area paving agar kawasan bersejarah tersebut semakin tertata..
Wahyu berharap sinergi seperti ini terus berlanjut, tidak hanya pada momentum peringatan hari besar nasional, tetapi juga menjadi budaya bersama dalam menjaga aset sejarah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah masyarakat.
“Kami ingin semangat gotong royong dan kepedulian terhadap situs-situs bersejarah terus tumbuh. Monumen ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat yang harus dijaga bersama sebagai pengingat perjuangan para pahlawan,” pungkasnya.




















