Peristiwa

Sopir Truk Tebu Ditemukan Tak Bernyawa di Pakisaji, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kriminal

32
×

Sopir Truk Tebu Ditemukan Tak Bernyawa di Pakisaji, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kriminal

Share this article
Sopir Truk Tebu Ditemukan Tak Bernyawa di Pakisaji, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Kriminal
Petugas Polsek Pakisaji bersama Tim Inafis Polres Malang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan seorang sopir truk tebu yang meninggal dunia di dalam kendaraannya di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Senin (20/7/2026).(foto:sudutkota.id/humas)

Sudutkota.id – Warga dan para sopir truk di kawasan Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, digegerkan dengan penemuan seorang sopir truk tebu yang meninggal dunia di dalam kendaraannya pada Senin (20/7/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Lulus Andrianto (38), warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa saat truk yang dikemudikannya terparkir di tepi jalan dekat kawasan Pabrik Gula Kebonagung.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 06.45 WIB ketika petugas keamanan pabrik melihat truk pengangkut tebu berhenti cukup lama di lokasi. Karena kendaraan perlu dipindahkan ke area penempatan, petugas berusaha membangunkan pengemudi yang berada di dalam kabin. Namun, korban tidak memberikan respons.

Melihat kondisi tersebut, petugas keamanan kemudian meminta bantuan rekan sesama sopir untuk memastikan keadaan korban. Setelah dilakukan pengecekan, tim kesehatan yang datang ke lokasi menyatakan korban telah meninggal dunia. Kejadian itu selanjutnya dilaporkan ke Polsek Pakisaji.

Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, begitu menerima laporan, anggota Polsek Pakisaji bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Malang segera mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta identifikasi terhadap korban.

“Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan korban ditemukan dalam posisi terlentang di belakang jok truk. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban maupun indikasi adanya barang berharga yang hilang,” jelas AKP Budiono, Senin (20/7/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi juga tidak menemukan indikasi adanya tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dari informasi keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi yang diduga berkaitan dengan kondisi kesehatannya.

Selain itu, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi sebagai bentuk persetujuan atas penolakan tersebut.

“Penanganan dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematian. Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan unsur kekerasan maupun dugaan tindak pidana,” tegas AKP Budiono.

Setelah seluruh proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Polres Malang mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan orang dalam kondisi tidak sadarkan diri atau situasi mencurigakan di tempat umum, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan sesuai prosedur.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *