Daerah

Muktamar Ke-35 NU di Jombang, M. Nuh Sebut Momentum 100 Tahun Berdirinya Nahdlatul Ulama

3
×

Muktamar Ke-35 NU di Jombang, M. Nuh Sebut Momentum 100 Tahun Berdirinya Nahdlatul Ulama

Share this article
Muktamar Ke-35 NU di Jombang, M. Nuh Sebut Momentum 100 Tahun Berdirinya Nahdlatul Ulama
Suasana rapat koordinasi perdana di aula ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.(Foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Persiapan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan rapat koordinasi perdana yang digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Rapat tersebut dihadiri jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan kepanitiaan Muktamar Ke-35 NU sebagai langkah awal menyatukan visi dan strategi dalam menyukseskan agenda lima tahunan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Hadir dalam rapat itu Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Sekretaris OC Amin Said Husni, Ketua PBNU Savic Ali, serta jajaran Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas selaku tuan rumah.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar Ke-35 NU, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA menegaskan bahwa Muktamar NU tahun 2026 memiliki makna historis karena bertepatan dengan 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama sejak didirikan pada 1926.

“Kalau dihitung berdasarkan kalender Masehi, Muktamar Ke-35 NU tahun 2026 ini bertepatan dengan 100 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama. Ini merupakan momentum sejarah yang sangat penting,” ujar M. Nuh, Jum’at (17/7/2026).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengibaratkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas sebagai “reuni akbar imajiner” para pendiri atau muassis NU.

Menurutnya, seluruh panitia dan warga Nahdliyin harus menghormati jasa para pendiri dengan menyelenggarakan muktamar secara maksimal.
Karena itu, ia menekankan pentingnya mempersiapkan seluruh tahapan pelaksanaan sejak dini.

“Dalam sebuah penyelenggaraan acara, sekitar 75 persen keberhasilan ditentukan oleh kualitas persiapannya. Karena itu, seluruh tahapan harus dirancang dengan matang,” katanya.

Ia pun menjelaskan, kepanitiaan saat ini fokus pada dua aspek utama, yakni kesiapan teknis pelaksanaan dan penyusunan substansi materi muktamar.

Menurut dia, aspek teknis menjadi tanggung jawab Organizing Committee yang dipimpin Gus Ipul bersama Amin Said Husni. “Sementara pembahasan materi dan substansi muktamar menjadi tanggung jawab Steering Committee,” ucapnya.

Selain kesiapan teknis dan substansi, M. Nuh juga menilai pengelolaan keuangan yang sehat menjadi faktor penting dalam mendukung suksesnya Muktamar Ke-35 NU.

Ia turut mengapresiasi semangat panitia dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang dinilai telah menunjukkan kesiapan awal dalam menyambut ribuan peserta muktamar.

“Muktamar ini harus menjadi muktamar yang sejuk, penuh kegembiraan, dan membawa berkah. Yang paling penting adalah menjaga persaudaraan serta kebersamaan warga Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Perlu diketahui, rapat koordinasi perdana ini menjadi langkah awal dalam mematangkan seluruh rangkaian pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Panitia menargetkan muktamar tidak hanya berjalan sukses secara teknis, tetapi juga menghadirkan suasana yang damai, bermartabat, dan menjadi momentum bersejarah bagi organisasi yang memasuki usia satu abad.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *