Daerah

Galian C Viral Berhenti Beroperasi, Fatmawati Harap Ada Plengsengan untuk Amankan Lereng

13
×

Galian C Viral Berhenti Beroperasi, Fatmawati Harap Ada Plengsengan untuk Amankan Lereng

Share this article
Galian C Viral Berhenti Beroperasi, Fatmawati Harap Ada Plengsengan untuk Amankan Lereng
Pertemuan antara Lurah Karangrejo (Nachnuzi Luqman) bersama perwakilan Kecamatan Sumbersari beserta Babinsa, dan Babinkamtibmas Kelurahan Karangrejo, di Kantor TK-Darul Amin.(foto:sudutkota.id/adr)

Sudutkota.id – Aktivitas penambangan galian C yang berada di dekat lingkungan Yayasan Lembaga Pendidikan Al Amin, yang menaungi Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Darul Amin di RT 002 RW 018 Lingkungan Sumberingin, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, akhirnya dihentikan setelah mendapat sorotan luas dari masyarakat dan viral di media sosial.

Penghentian aktivitas penambangan tersebut disambut baik oleh pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Namun, Kepala TK Darul Amin, Fatmawati, menegaskan bahwa masih terdapat persoalan yang perlu segera mendapat perhatian, yakni potensi longsor pada lereng yang terdampak aktivitas penambangan.

Karena itu, ia berharap pihak terkait dapat membangun dinding penahan tanah (plengsengan) sebagai langkah pengamanan jangka panjang.

Sebelumnya, aktivitas penambangan yang berlangsung sangat dekat dengan lingkungan sekolah dikeluhkan karena menimbulkan debu, kebisingan alat berat, serta kekhawatiran terhadap keselamatan peserta didik.

Selain itu, dampak penambangan juga dinilai berpotensi mengancam tanah pribadi keluarga pendiri yayasan yang di dalamnya terdapat makam orang tua dan anggota keluarga.

Fatmawati menjelaskan, Yayasan Lembaga Pendidikan Al Amin telah mengirimkan surat resmi kepada Lurah Karangrejo pada Rabu lalu. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Camat Sumbersari, Ketua DPRD Kabupaten Jember, dan Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Menurutnya, surat tersebut berisi permohonan agar pemerintah segera menindaklanjuti aktivitas penambangan yang dinilai mengganggu proses belajar mengajar dan berpotensi membahayakan lingkungan sekolah.

“Demi keselamatan peserta didik, kami bahkan sempat memindahkan anak-anak ke tempat yang lebih aman karena khawatir terhadap dampak aktivitas penambangan yang berlangsung di dekat lingkungan sekolah,” ujar Fatmawati kepada wartawan sudutkota.id.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Berkat dukungan masyarakat, perhatian publik di media sosial, serta respons dari pemerintah dan pihak terkait, alat berat yang selama ini beroperasi di lokasi telah diangkut dan aktivitas penambangan dihentikan.

“Alhamdulillah, alat berat yang selama ini beroperasi telah diangkut dan mulai Jumat, 19 Juni 2026, aktivitas penambangan di lokasi tersebut telah dihentikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan kami demi keselamatan anak-anak dan lingkungan sekitar,” katanya.

Meski demikian, Fatmawati menegaskan bahwa penghentian aktivitas penambangan bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Menurutnya, kondisi lereng yang terdampak aktivitas tambang masih menyisakan risiko longsor yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.

Ia menjelaskan, di area yang berdekatan dengan lokasi penambangan terdapat tanah milik keluarga yang di dalamnya terdapat makam orang tua dan anggota keluarga. Oleh karena itu, keberadaan lereng yang kini menjadi lebih curam akibat aktivitas penambangan perlu mendapatkan penanganan agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari.

“Kami berharap ada tanggung jawab dan solusi konkret berupa pembangunan plengsengan atau penguatan lereng lainnya sehingga tidak terjadi longsor yang dapat membahayakan lingkungan sekitar maupun makam keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Karangrejo, Nachnuzi Luqman, mengatakan pihaknya bersama unsur tiga pilar Kelurahan Karangrejo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Kecamatan Sumbersari segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan yang diduga berpotensi membahayakan lingkungan.

Selain menerima laporan dari warga, pemerintah kelurahan juga menerima aduan terkait potensi ancaman terhadap keselamatan anak-anak di TK Darul Amin akibat aktivitas penambangan yang berada di sekitar sekolah.

Setelah melakukan peninjauan lapangan dan mediasi dengan pihak terkait, pemerintah setempat memutuskan untuk menghentikan aktivitas penambangan di lokasi tersebut.

“Mulai hari ini tidak ada lagi aktivitas penambangan di Jalan Rinjani, Lingkungan Sumberingin. Hasil penanganan ini akan kami laporkan kepada Camat Sumbersari untuk diteruskan kepada Satpol PP Kabupaten Jember,” ujar Nachnuzi.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan memasang papan pengumuman larangan penambangan di lokasi tersebut dan akan menindaklanjuti apabila di kemudian hari ditemukan kembali aktivitas penambangan tanpa izin dari instansi yang berwenang.

Penghentian aktivitas galian C tersebut menjadi kabar baik bagi pihak sekolah, wali murid, dan masyarakat sekitar. Namun bagi Yayasan Lembaga Pendidikan Al Amin, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memastikan lereng bekas aktivitas penambangan mendapatkan pengamanan yang memadai.

Dengan adanya pembangunan plengsengan atau bentuk penguatan lereng lainnya, diharapkan lingkungan sekitar sekolah tetap aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar, sekaligus terhindar dari ancaman longsor yang dapat membahayakan warga maupun makam keluarga yang berada di kawasan tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *