Daerah

Petani Jombang Tebus Puluhan Juta Kilogram Pupuk Subsidi, Urea Mendominasi

3
×

Petani Jombang Tebus Puluhan Juta Kilogram Pupuk Subsidi, Urea Mendominasi

Share this article
Petani di Kabupaten Jombang Jawa Timur yang sedang melakukan pemupukan di sawah.(Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus berjalan. Hingga 10 Mei 2026, sebanyak 27.273.118 kilogram pupuk subsidi telah tersalurkan kepada petani dari total alokasi yang diterima daerah tersebut.

Dari berbagai jenis pupuk yang tersedia, pupuk urea menjadi yang paling banyak ditebus petani Jombang, menunjukkan tingginya kebutuhan komoditas tersebut untuk menunjang produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Moch Rony, mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pupuk subsidi dari alokasi realokasi pertama tahun 2026.

“Serapan pupuk hingga awal Mei menunjukkan kebutuhan petani masih sangat tinggi, terutama untuk pupuk urea,” kata Rony, Kamis (4/6/2026).

Rony menyebut berdasarkan data Disperta Jombang, total alokasi pupuk subsidi yang diterima Kabupaten Jombang pada 2026 mencapai 58,8 juta kilogram.

“Alokasi terdiri dari pupuk urea sebanyak 26.539.000 kilogram, NPK 25.326.000 kilogram, ZA 521.000 kilogram, NPK Formula 7.000 kilogram, serta pupuk organik 6.410.000 kilogram,” ujarnya.

Rony menjelaskan, pupuk urea yang telah ditebus petani mencapai 12.450.688 kilogram atau sekitar 48 persen dari total alokasi yang tersedia.
“Sementara itu, pupuk NPK terserap sebanyak 11.465.045 kilogram atau 45 persen,” ucapnya.

Kemudian, sambung Rony pupuk organik mencapai 3.085.662 kilogram atau 53 persen, pupuk ZA sebanyak 270.588 kilogram atau 38 persen, dan NPK Formula sebanyak 1.135 kilogram atau 31 persen.

“Tingginya penebusan pupuk urea menjadi indikator bahwa pupuk ini masih menjadi kebutuhan utama petani dalam mendukung hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, distribusi pupuk subsidi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan yang tercantum dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan yang tercatat dalam e-RDKK sehingga lebih terukur dan sesuai kondisi di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Ia menegaskan Kecamatan Mojowarno menjadi wilayah dengan serapan pupuk urea tertinggi di Kabupaten Jombang.
Petani di wilayah tersebut telah menebus sebanyak 1.141.413 kilogram pupuk urea.

“Posisi kedua ditempati Kecamatan Sumobito dengan serapan 831.609 kilogram, disusul Kecamatan Kesamben yang mencapai 758.996 kilogram,” paparnya.

Rony menegaskan, pupuk subsidi hanya dapat ditebus oleh petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK. “Penebusan dilakukan melalui kios resmi yang telah ditunjuk pemerintah dengan menunjukkan identitas sesuai data penerima,” tuturnya.

Dan untuk memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran, sambung Rony Pemerintah Kabupaten Jombang bersama instansi terkait terus memperketat pengawasan di lapangan.

“Pengawasan terus kami lakukan agar distribusi pupuk subsidi berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak terjadi penyalahgunaan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *