Daerah

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Pak Bhabin Merjosari Turun Langsung Kawal Produktivitas Jagung Warga

4
×

Tak Sekadar Jaga Keamanan, Pak Bhabin Merjosari Turun Langsung Kawal Produktivitas Jagung Warga

Share this article
Tak Sekadar Jaga Keamanan, Pak Bhabin Merjosari Turun Langsung Kawal Produktivitas Jagung Warga
Bhabinkamtibmas Kelurahan Merjosari, Aiptu Josafat, bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki saat melakukan monitoring dan perawatan tanaman jagung usia 20 HST di lahan pertanian Jalan Joyo Agung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.(foto:sudutkota.id/humas Polresta Malang Kota)

Sudutkota.id – Sosok polisi yang biasanya identik dengan pengamanan dan penegakan hukum, kini tampil berbeda di tengah masyarakat.

Di Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, seorang Bhabinkamtibmas justru terlihat turun langsung ke lahan pertanian, mendampingi petani merawat tanaman jagung demi memastikan hasil panen tetap optimal.

Adalah Bhabinkamtibmas Kelurahan Merjosari Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, Aiptu Josafat, yang aktif terlibat dalam kegiatan pertanian bersama Kelompok Tani Sumber Rejeki di kawasan Jalan Joyo Agung, Sabtu (30/5/2026).

Bukan sekadar datang meninjau, Aiptu Josafat bersama para petani melakukan monitoring pertumbuhan tanaman jagung yang saat ini memasuki usia sekitar 20 Hari Setelah Tanam (HST). Bahkan, ia ikut terlibat dalam perawatan tanaman, mulai membersihkan gulma hingga mengecek kondisi pertumbuhan di sejumlah titik lahan.

Lahan pertanian seluas kurang lebih 1.000 meter persegi tersebut menjadi salah satu lokasi penguatan program ketahanan pangan di wilayah Merjosari. Jagung yang ditanam menggunakan bibit varietas Pertiwi 6 sebanyak dua kilogram itu diproyeksikan mampu menghasilkan ratusan kilogram jagung saat masa panen tiba.

“Perawatan harus dilakukan secara rutin agar hasil panen lebih maksimal. Selain memantau perkembangan tanaman, kami juga membersihkan rumput liar yang bisa menghambat pertumbuhan,” ujar Aiptu Josafat di sela kegiatan.

Menurutnya, keterlibatan Polri di sektor pertanian bukan tanpa alasan. Selain menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), aparat kepolisian juga memiliki tanggung jawab mendukung program pemerintah, termasuk dalam penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebagai koordinator pertanian di wilayah binaannya, Aiptu Josafat menilai keberhasilan petani dalam menjaga produktivitas lahan akan berdampak langsung terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung sejauh ini dinilai tumbuh cukup baik dan relatif merata. Meski demikian, ditemukan beberapa titik tanaman yang kurang subur. Untuk mengantisipasi hasil panen yang tidak maksimal, dilakukan penyulaman atau penggantian tanaman agar pertumbuhan kembali seragam.

“Kalau ada tanaman yang pertumbuhannya kurang bagus, langsung kami lakukan penyulaman supaya nanti hasil panennya tetap optimal,” jelasnya.

Tak berhenti pada pemantauan lapangan, Aiptu Josafat juga mengingatkan para petani agar aktif berkoordinasi dengan penyuluh pertanian maupun pihak terkait ketika menghadapi persoalan di lapangan, seperti serangan hama, penyakit tanaman, hingga perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi produktivitas.

Jika pertumbuhan terus berjalan positif, tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen dalam rentang 100 hingga 110 hari setelah tanam atau sekitar akhir Agustus hingga awal September 2026. Dengan kondisi lahan saat ini, hasil panen diprediksi mencapai sekitar 700 hingga 900 kilogram jagung kering pipilan.

Sementara itu, anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki, Sutikno, mengaku terbantu dengan keterlibatan aktif Bhabinkamtibmas yang rutin hadir di tengah aktivitas pertanian warga.

“Pak Josafat sering turun langsung ke lahan, membantu memantau perkembangan tanaman dan ikut mencarikan solusi kalau ada kendala,” ungkapnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *