Sudutkota.id – Bupati Jember, Muhammad Fawait rupanya benar-benar serius menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo.
Ini dibuktikan dengan langkah Bupati Fawait membantuk tim khusus untuk memeriksa seluruh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang ada di Kabupaten Jember.
Tidak main-main, tim khusus yang diterjunkan melibatkan berbagai pihak. Tim khusus ini diterjunkan serentak, Jumat (29/5/2026), di seluruh kecamatan dengan melibatkan banyak pihak terkait.
Salah satunya terlihat saat tim khusus ini turun memeriksa SPPG di wilayah Kecamatan Panti. Terlihat Camat Panti, Hendra Kusuma bersama jajaran muspika turun langsung bersama Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Disnaker, Diskompundag, Dinkes, PTSP, PerkimLH, Diskominfo, termasuk melibatkan kalangan media.
Banyak hal yang diperiksa saat turun ke SPPG. Baik itu terkait soal administrasi SPPG, kelayakan gedung dan fasilitas dapur, hingga soal jaminan mutu keselamatan pekerja, hingga fasilitas IPAL. Bahkan, tim juga melihat apakah SPPG sudah dilengkapi CCTV, dilengkapi perangkat komputer, printer, dan wifi.
“Kita melaksanakan perintah Bupati untuk mengecek kelengkapan dan fasilitas SPPG di wilayah Kecamatan Panti,” ujar Camat Panti, Hendra Kusuma.
Hendra menjelaskan, ada lima SPPG yang diperiksa dan didatangi tim. Semua tim dan petugas sudah dilengkapi dengan daftar checklist isian yang harus diisi. Antara lain, SPPG Panti 1 d Dusun Darungan, Desa Panti; SPPG Panti 2 Di Dusun Mencek, Desa Serut; SPPG Panti 3 di Dusun Karangasem, Desa Glagahwero; SPPG Panti 4 di Dusun Krajan Selatan, Desa Panti, dan SPPG Serut di Dusun Krajan, Desa Serut.
Dijelaskan, pengecekan ini dilakukan agar aturan dan ketentuan operasional SPPG benar-benar sesuai aturan yang ada. Termasuk ketentuan kelengkapan apa saja yang harus disediakan oleh SPPG benar-benar dipenuhi.
Pantauan wartawan sudutkota.id di lapangan, tim benar-benar teliti menge-check kelengkapan SPPG. Tim keliling dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Baik menge-check kebersihan dapur berikut kelengkapannya juga melihat langsung kondisi IPAL, serta kelengkapan keselamatan kerja.
Di lapangan, tim juga menemukan adanya ketidaktahuan pengelola SPPG terkait perbedaan IPAL (Innstalasi Pengelolaan Air Limbah) dan SPAL. Beberapa SPPG mengira SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah) yang disediakan adalah IPAL, padahal ada perbedaannya.
Sementara itu, Fawzul Hakim, Kepala SPPG Panti 1 sekaligus Korcam Panti menjelaskan, pihaknya secara rutin terjun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi.
“Tugas kita memastikan distribusi makanan dan operasional dapur berjalan dengan semestinya, sesuai juknis” ujarnya.
Untuk diketahui, pemeriksaan menyeluruh terhadap SPPG ini dilakukan Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerima manfaat MBG agar tidak terjadi hal tidak diinginkan. Apalagi sebelumnya ada belasan anak mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG di wilayah Kecamatan Kaliwates, hingga berujung sanksi SPPG di suspend.
Selain itu, Gus Fawait juga ingin memastikan SPPG benar-benar memenuhi standart kelayakan, keamanan, kebersihan, serta pemenuhan fasilitas SPPG sesuai ketentuan yang ada.
Pemeriksaan SPPG ini juga sebagai wujud kepedulian Gus Fawait, sebagai langkah preventif agar kasus keracunan makanan tidak terjadi lagi di Jember. Sekaligus memastikan makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standard gizi, kebersihan, dan higienis.
Dalam berbagai kesempatan, Gus Fawait juga wanti-wanti agar seluruh pegawai Pemkab Jember untuk ikut menyukseskan program pemerintah pusat. Salah satunya program MBG.
“Suksesnya program pemerintah pusat juga suksesnya program daerah. Gagalnya program pusat juga kegagalan program daerah,” tegas Gus Fawait.




















