Nasional

Jelang Armuzna Senator Lia Istifhama Cek Kesiapan Jamaah, Murur Diantaranya

11
×

Jelang Armuzna Senator Lia Istifhama Cek Kesiapan Jamaah, Murur Diantaranya

Share this article
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat berdialog dan memberikan motivasi kepada jamaah haji asal Sumenep menjelang pelaksanaan fase Armuzna di Mekkah. (Foto: Sudutkota.id/Aspri).

Sudutkota.id – Hitungan hari, jamaah haji memasuki Armuzna, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang menjadi pusat pelaksanaan rangkaian ibadah haji. Fase Armuzna merupakan inti atau puncak ibadah haji yang berlangsung sekitar 5-6 hari mulai dari tanggal 8 hingga 13 Zulhijah setiap tahunnya.

Dalam fase tersebut, jamaah akan melaksanakan rangkaian ibadah wukuf, mulai dari berdiam diri, berdoa, dan berzikir dari waktu zuhur hingga terbenam matahari, singgah (mabit) dan bermalam hingga melontar jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah). Sehingga fase Armuzna pun dikenal sebagai tahapan yang paling menguras tenaga, fisik, dan mental jemaah haji.

Hal tersebut menjadi dasar kunjungan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama pada jamaah haji Indonesia di Tanah Suci, khususnya jamaah asal Jawa Timur yang bersiap memasuki fase armuzna.

Diantara kunjungan tersebut adalah jamaah haji asal Kabupaten Sumenep yang tergabung dalam rombongan 2 Kloter 77. Tepatnya, berlangsung di Hotel Mahd Al Resala, kawasan Ar Raudhah, Makkah, sektor 410. Kedatangan politisi perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu disambut hangat oleh para jamaah. Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ning Lia memberikan motivasi sekaligus pesan penting kepada jamaah agar tetap menjaga kondisi fisik dan kesehatan menjelang rangkaian puncak ibadah haji.

Menurutnya, menjaga stamina menjadi hal yang sangat penting mengingat para jamaah akan segera menjalani rangkaian ibadah wajib haji yang membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.

“Armuzna merupakan rangkaian inti ibadah haji yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental, sehingga jamaah harus benar-benar menjaga kesehatan dan stamina,” kata Lia Istifhama di hadapan jamaah pada Sabtu (23/05/2026).

Pada fase tersebut, jamaah dituntut memiliki ketahanan fisik yang baik karena aktivitas ibadah dilakukan dalam kondisi cuaca panas dengan mobilitas yang cukup tinggi.

“Cuaca di Tanah Suci cukup ekstrem, sehingga jamaah harus memperhatikan pola makan, istirahat yang cukup, dan jangan memaksakan diri ketika kondisi tubuh kurang fit,” ujarnya.

Selain mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, Lia juga berharap jamaah haji asal Kabupaten Sumenep tetap menjaga kekompakan dan saling membantu antarjamaah selama berada di Tanah Suci. Terlebih, jamaah yang ia kunjungi adalah jamaah haji mandiri non KBIHU.

“Saya berharap jamaah haji asal Kabupaten Sumenep tetap kompak, saling membantu, dan menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Karena terbukti jamaah ini merupakan jamaah mandiri non KBIHU yang saling memberikan support wawasan satu sama lain sehingga jamaah terlihat sangat siap memasuki fase Armuzna,” tuturnya.

“Kebersamaan antarjamaah sangat penting, karena perjalanan haji bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga bagaimana saling menjaga dan menguatkan satu sama lain,” imbuhnya.

Ia pun menambahkan pentingnya spirit positif selama berhaji.

“Alhamdulillah kita disini memenuhi panggilan Allah SWT. Bahwa takdir berhaji akhirnya kita dapatkan setelah lama kita menunggu panggilan ini. Tentu rasa syukur ini harusnya menguatkan spirit khoirunnas anfauhum linnas. Bagaimana kita bukan hanya berharap kesehatan kita selama berhaji, tapi kita pun berkewajiban mendoakan keluarga kita.”

“Kita berdoa agar kita semua dalam kesehatan dan keberkahan, anak cucu kita pun semoga kelak menjadi anak-anak sukses dan menyusul kita berhaji pada saatnya,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Lia Istifhama juga memanfaatkan waktu untuk berdialog langsung terkait pelayanan haji di era Kementerian Haji Gus Irfan Yusuf.

“Saya senang bisa bertemu langsung dengan jamaah haji asal Sumenep dan mendengarkan berbagai masukan serta harapan mereka terkait pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Secara akomodasi kamar, hotel mereka ini sangat bersih dan luas. Namun problem dalam hal makanan yang mana pernah terjadi keterlambatan makanan, yang seharusnya siang tapi datangnya sore,” jelasnya.

Dalam kunjungan itu, ning Lia, sapaan akrab keponakan Gubernur Khofifah itu, bertemu dengan para tokoh madura, diantaranya Kiai Robith dan pengusaha Madur Nurul Hidayatullah. Tak lupa, ia pun menyempatkan membaca talbiyah bersama jamaah sebelum mengunjungi jamaah yang sakit, seperti jamaaf disabilitas sehingga harus melalui fase murur, maupun jamaah yang sempat demam tinggi beberapa hari.

Perlu diketahui, Murur dalam ibadah haji adalah skema pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan cara melintasi kawasan Muzdalifah tanpa turun atau bermalam (mabit) di dalam tenda.

“Ada beberapa jamaah yang murur dan sempat sakit, namun kesemuanya dipastikan mampu memasuki fase armuzna dengan pendampingan khusus,” pungkas senator cantik itu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *