Peristiwa

Hilang Berminggu-minggu, Lansia Asal Wajak Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

3
×

Hilang Berminggu-minggu, Lansia Asal Wajak Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

Share this article
Hilang Berminggu-minggu, Lansia Asal Wajak Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai
Petugas kepolisian bersama warga saat melakukan evakuasi jenazah lansia yang ditemukan di aliran sungai Dusun Gadungan, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (17/5/2026).(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Hilangnya seorang perempuan lanjut usia (lansia) asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, akhirnya terungkap dengan cara tragis.

Setelah dikabarkan menghilang selama kurang lebih tiga minggu, Pariami (67) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Dusun Gadungan, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (17/5/2026).

Penemuan jenazah korban sontak membuat geger warga sekitar. Tubuh korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan tersangkut di bambu pembatas aliran sungai.

Kapolsek Poncokusumo, AKP Teguh Iman Sugiharto mengatakan, mayat pertama kali ditemukan oleh dua warga yang hendak mandi di sungai sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saksi awalnya hendak mandi di sungai. Saat itu mereka melihat ada tubuh manusia dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di bambu aliran sungai,” ujar Teguh saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).

Mengetahui temuan tersebut, warga langsung melapor kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Poncokusumo. Petugas kepolisian bersama tim medis Puskesmas Poncokusumo kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena kondisi jenazah sudah memasuki fase pembusukan lanjut akibat terlalu lama berada di dalam air.

Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tidak ditemukan luka akibat benda tajam maupun benda tumpul.

“Korban diduga sudah cukup lama berada di sungai. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan unsur kekerasan,” jelas Teguh.

Tak lama setelah proses identifikasi berlangsung, seorang warga bernama Jamilah datang ke lokasi dan memastikan bahwa korban merupakan ibu kandungnya yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Menurut pihak keluarga, korban diketahui mengalami pikun dan sering bepergian sendiri tanpa sepengetahuan keluarga. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab korban tersesat hingga akhirnya hanyut di aliran sungai.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambah Teguh.

Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan resmi tidak akan menuntut pihak manapun atas peristiwa tersebut.

Usai dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Dompyong, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo untuk dimakamkan oleh keluarga dan warga sekitar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *