Daerah

Pemkot Malang Dapat Dukungan Program Sampah Terpadu, Anggaran Tembus Rp200 Miliar

15
×

Pemkot Malang Dapat Dukungan Program Sampah Terpadu, Anggaran Tembus Rp200 Miliar

Share this article
Pemkot Malang Dapat Dukungan Program Sampah Terpadu, Anggaran Tembus Rp200 Miliar
Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, berfoto bersama jajaran dalam kegiatan Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia Asri di Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang bersiap melakukan pembenahan besar-besaran dalam sistem pengelolaan sampah.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kota Malang kini resmi masuk dalam 10 besar kabupaten/kota di Indonesia yang lolos program pengelolaan sampah terpadu berbasis RSGP (Regional Solid Waste Management Grant Program).

Program tersebut diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis sektor lingkungan hidup dengan nilai anggaran mencapai Rp150 Miliar hingga Rp200 Miliar dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah modern dari hulu hingga hilir.

“Awalnya Kota Malang masuk 30 besar kota di Indonesia dalam program RSGP. Setelah dilakukan penilaian lanjutan, sekarang kita berhasil masuk 10 besar nasional,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Menurut Gamaliel, program RSGP merupakan bantuan hibah luar negeri yang berasal dari Pemerintah Jepang melalui kerja sama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program itu diberikan kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam pembenahan tata kelola persampahan.

Melalui program tersebut, Kota Malang nantinya akan mendapatkan dukungan penguatan sarana dan prasarana persampahan secara menyeluruh. Mulai dari sistem pengangkutan, pengolahan, hingga pengelolaan residu sampah akan diperbaiki secara bertahap.

“Seluruh pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai hilir akan diperkuat. Jadi perubahan sistem pengelolaan sampah di Kota Malang nanti akan ditopang melalui program ini,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kota Malang juga akan terlibat dalam skema pengelolaan sampah regional bersama Kabupaten Malang. Nantinya, sisa residu sampah yang tidak dapat diolah akan masuk dalam sistem pengelolaan berbasis RSGP.

DLH Kota Malang saat ini masih fokus pada tahap persiapan yang dilakukan sepanjang tahun 2026. Tahapan tersebut meliputi penyiapan administrasi, perencanaan teknis, hingga kesiapan sarana pendukung lainnya.

Sementara untuk realisasi fisik program ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

“Tahun 2026 ini fokus penyiapan dulu. Karena kebutuhan sarana-prasarana dan administrasinya cukup besar. Nanti realisasi utamanya berjalan di tahun 2027,” katanya.

Program tersebut dinilai menjadi langkah penting di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan di Kota Malang setiap tahunnya. Selain memperkuat infrastruktur persampahan, program ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan pola pengelolaan sampah yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Dengan masuknya Kota Malang dalam 10 besar nasional program RSGP, Pemkot Malang optimistis target pengurangan dan pengolahan sampah dapat berjalan lebih maksimal dalam beberapa tahun mendatang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *