Daerah

Pasar Gadang Bersolek, Komisi C Kawal Pembangunan Jalan dan Drainase

8
×

Pasar Gadang Bersolek, Komisi C Kawal Pembangunan Jalan dan Drainase

Share this article
Pasar Gadang Bersolek, Komisi C Kawal Pembangunan Jalan dan Drainase
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin bersama anggota dewan saat melakukan sidak progres rencana pembangunan jalan di kawasan Pasar Induk Gadang, Kamis (7/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Kawasan Pasar Gadang Kota Malang yang selama puluhan tahun dikenal semrawut, padat, dan rawan macet akhirnya bakal ditata total.

Pemerintah Kota Malang bersama DPRD mulai mematangkan proyek pembangunan Jalan Pasar Gadang yang digadang-gadang menjadi solusi konektivitas wilayah selatan Kota Malang sekaligus mengurai persoalan klasik drainase dan kemacetan.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin bersama sejumlah anggota dewan turun langsung meninjau lokasi bersama Dinas PUPR Kota Malang, Kamis (7/5/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai persiapan akhir sebelum proyek fisik mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Menurut Anas, pembangunan Jalan Pasar Gadang bukan sekadar proyek pengaspalan biasa. Lebih dari itu, proyek ini merupakan upaya besar mengembalikan fungsi jalan yang selama kurang lebih 30 tahun berubah menjadi kawasan padat aktivitas pedagang hingga memicu kemacetan panjang hampir setiap hari.

“Hari ini kami Komisi C DPRD Kota Malang bersama Dinas KUPR meninjau persiapan akhir pembangunan Jalan Pasar Gadang. Ini penting sekali untuk mengembalikan fungsi jalan yang sekitar 30 tahun berubah fungsi. Kita ingin konektivitas wilayah antara kota dan kabupaten kembali normal,” ujar Anas.

Ia menegaskan, selama ini kawasan Pasar Gadang menjadi salah satu titik kemacetan paling krusial di Kota Malang karena fungsi jalan tidak berjalan maksimal. Kondisi tersebut diperparah dengan drainase yang buruk sehingga kerap memicu genangan saat hujan turun.

Karena itu, proyek pembangunan kali ini sekaligus menyasar pembenahan sistem drainase secara menyeluruh.

“Salah satu problem terbesar di sini memang drainase. Jalan ini selama bertahun-tahun tidak memiliki sistem pembuangan air yang baik. Jadi sekalian kita benahi semuanya, mulai badan jalan sampai drainasenya,” katanya.

Tak tanggung-tanggung, elevasi jalan juga direncanakan dinaikkan sekitar 30 sentimeter untuk meminimalisir genangan dan memperlancar aliran air.

Anas menjelaskan, pengerjaan proyek akan dilakukan secara bertahap agar aktivitas masyarakat dan kendaraan tetap berjalan. Skema pembangunan dibuat bergilir mulai dari ruas selatan, ruas utara, hingga akses tengah.

“Ketika sisi selatan dikerjakan, akses tengah tetap dibuka. Saat sisi utara mulai dibangun, kendaraan masih bisa melintas dari jalur lain. Jadi tidak ada penutupan total,” jelasnya.

Dari data Dinas PUPR Kota Malang, total panjang ruas jalan yang akan ditata mencapai sekitar 674 meter. Jalur tersebut membentang dari kawasan Jembatan Baran hingga akses Jalan Pasar Gadang Lama.

Nantinya, proyek akan mencakup pembangunan tiga ruas jalan, termasuk dua jalur utama dua arah dengan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama.

“Ini bukan hanya soal memperbaiki jalan, tapi juga membangun akses konektivitas wilayah yang lebih baik,” tambah Anas.

Saat ini proyek masih berada dalam tahap lelang pengadaan. Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, pengerjaan fisik diperkirakan dimulai awal Juni 2026.

Melihat kondisi lapangan dan tingkat kerumitan proyek, pembangunan diproyeksikan memakan waktu sekitar enam bulan.

“Sekarang masih proses lelang. Harapannya akhir Mei selesai dan awal Juni mulai dikerjakan. Targetnya sekitar enam bulan sehingga akhir tahun, November atau Desember, proyek ini sudah selesai,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Komisi C DPRD Kota Malang juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Malang yang dinilai berhasil melakukan relokasi pedagang secara persuasif dan humanis.

Menurut Anas, pendekatan dialog menjadi langkah penting agar penataan kawasan tidak memicu konflik sosial di tengah masyarakat.

“Kita apresiasi pemerintah kota yang melakukan relokasi dengan pendekatan persuasif. Pedagang juga cukup kooperatif dan proaktif demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui masih ada beberapa titik pedagang yang belum direlokasi. Pemindahan lanjutan dijadwalkan mulai pekan depan agar seluruh ruas jalan bisa segera dikerjakan.

“Tadi masih ada beberapa titik yang belum direlokasi. Rencananya mulai Senin depan dipindahkan sehingga pengerjaan ruas paling ujung bisa langsung dimulai,” katanya.

Selain membahas Pasar Gadang, Anas juga menyinggung penataan kawasan Pasar Kebalen yang belakangan menjadi sorotan publik.

Ia menilai pengembalian fungsi jalan memang harus dilakukan di sejumlah titik Kota Malang yang selama ini mengalami penyempitan akibat aktivitas PKL.

“Konektivitas lalu lintas harus berjalan baik. Mau di Pasar Gadang, Kebalen, atau titik lain, fungsi jalan memang harus dikembalikan. Tapi tentu tetap harus dilakukan dengan pendekatan yang humanis terhadap pedagang,” tegasnya.

Ia juga menilai revitalisasi pasar tradisional perlu dilakukan agar para pedagang tetap memiliki tempat usaha yang layak tanpa harus menggunakan badan jalan.

“Pasarnya sebenarnya ada. Tinggal bagaimana direvitalisasi dan diatur dengan baik supaya pedagang masuk ke dalam. Kalau penataannya baik, otomatis pembeli juga akan masuk,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *