Sudutkota.id – Kabar penting bagi para pelancong yang berencana menikmati keindahan Gunung Bromo. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi mengumumkan penutupan sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut.
Melalui akun Instagram resminya, pihak TNBTS menyampaikan bahwa penutupan dimulai pada, Senin (6/4/2026) pukul 09.00 WIB hingga Minggu (12/4/2026) pukul 10.00 WIB. Selama rentang waktu itu, wisatawan dilarang memasuki kawasan Gunung Bromo yang selama ini menjadi primadona pariwisata Jawa Timur.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Penutupan dilakukan sebagai “rem darurat” untuk memberi ruang bagi alam agar kembali pulih setelah lonjakan kunjungan wisatawan saat libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah.
Pihak TNBTS menegaskan, tingginya aktivitas wisata selama momen lebaran berpotensi memberikan tekanan besar terhadap ekosistem, mulai dari kerusakan vegetasi, sampah, hingga gangguan terhadap satwa liar.
“Penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem secara alami,” tulis pihak TNBTS dalam pengumuman resmi tersebut.
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Indonesia. Tak hanya menawarkan panorama matahari terbit yang mendunia, kawasan ini juga memiliki ekosistem yang rentan terhadap eksploitasi berlebih.
Momentum penutupan ini diharapkan menjadi jeda penting. Tidak hanya bagi alam, tetapi juga sebagai pengingat bagi wisatawan untuk lebih bijak dalam berkunjung. Pasalnya, tanpa kesadaran kolektif, pesona Bromo yang selama ini dibanggakan bisa terancam rusak.
Bagi wisatawan yang sudah merencanakan perjalanan, diimbau untuk menyesuaikan jadwal kunjungan agar tidak bertepatan dengan masa penutupan.
Setelah 12 April 2026 pukul 10.00 WIB, kawasan Bromo dijadwalkan kembali dibuka secara normal. Namun satu hal yang pasti, Bromo bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga dijaga.





















