Sudutkota.id– Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional.
Tim Satgas Pangan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Ploso serta distributor minyak goreng di wilayah Kaliwungu.
Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo, bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Turut hadir Staf Ahli, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga Plt Kepala Disdagrin Purwanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bambang Suntowo, serta perwakilan dari Polres Jombang, Bulog, dan BPS.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyisir lapak pedagang satu per satu untuk berdialog langsung mengenai ketersediaan bahan pokok serta perkembangan harga sembako di Jombang menjelang Lebaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pangan di Kabupaten Jombang secara umum masih stabil dan stok dinilai mencukupi hingga Lebaran.
“Harga terpantau stabil dengan stok yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga menjelang Lebaran,” ujar Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Salah satunya cabai rawit merah yang kini berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar turun menjadi sekitar Rp28.000 per kilogram.
Namun demikian, terdapat kenaikan pada komoditas daging sapi yang saat ini mencapai Rp120.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp115.000 per kilogram.
“Alhamdulillah, secara umum harga sangat stabil. Meskipun ada kenaikan pada komoditas daging, bahan pokok lain seperti beras dan minyak goreng tetap terkendali, bahkan cabai mengalami penurunan harga,” kata Agus.
Pemerintah Kabupaten Jombang juga mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sekdakab menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis bersama instansi terkait untuk memastikan rantai pasok bahan pokok dari distributor ke pasar tetap lancar.
“Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, Pemkab Jombang siap melakukan intervensi pasar guna menjaga daya beli masyarakat,” tandas Agus.
Selain itu, sinergi antara Satgas Pangan, TPID, dan kepolisian juga terus diperkuat untuk mencegah praktik penimbunan bahan pokok yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga.
“Dengan langkah tersebut, masyarakat Kabupaten Jombang diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang juga berdekatan dengan Hari Raya Nyepi dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun harga bahan pangan,” pungkasnya.





















