Olahraga

Padel Jombang Mulai Bangkit, Muskab PBPI Tetapkan Novadonna sebagai Ketua

11
×

Padel Jombang Mulai Bangkit, Muskab PBPI Tetapkan Novadonna sebagai Ketua

Share this article
Padel Jombang Mulai Bangkit, Muskab PBPI Tetapkan Novadonna sebagai Ketua
Muskab PBPI Kabupaten Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kabupaten Jombang Tahun 2026 resmi menetapkan Novadonna Bilytha Puspythasari sebagai Ketua PBPI Jombang.

Melalui forum Muskab tersebut, komunitas dan klub olahraga padel di Jombang sepakat memperkuat organisasi sekaligus menyiapkan sistem pembinaan atlet padel untuk menghadapi berbagai ajang kompetisi, termasuk Porprov Jawa Timur 2027.

Ketua KONI Kabupaten Jombang, Sumarsono, menegaskan bahwa terbentuknya kepengurusan PBPI Jombang menjadi langkah awal agar cabang olahraga padel dapat resmi bergabung sebagai anggota KONI Jombang.

Menurutnya, setiap cabang olahraga yang ingin bergabung harus memenuhi ketentuan organisasi sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) KONI.

“Musyawarah kabupaten ini menjadi langkah penting. Sesuai Undang-Undang Keolahragaan, setiap cabang olahraga minimal harus menggelar satu event tingkat kabupaten setiap tahun. Setelah kepengurusan terbentuk dan administrasi lengkap, padel bisa masuk sebagai anggota KONI,” ujarnya, Jum’at (13/3/2026).

Sumarsono menjelaskan, cabang olahraga yang telah resmi menjadi anggota KONI nantinya akan memperoleh dukungan pembinaan dari pemerintah daerah melalui KONI.

“Setiap tahun ada dana pembinaan dari Pemkab Jombang, tentu disesuaikan dengan kemampuan daerah. Saat ini prestasi olahraga Jombang masih berada di peringkat 13 di Jawa Timur. Mudah-mudahan dengan hadirnya padel bisa menambah medali untuk Jombang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam pembinaan menuju Porprov Jatim, batas usia atlet padel maksimal 23 tahun sehingga proses pembinaan harus segera dimulai.

“Karena itu pembinaan harus dilakukan secara maraton agar pada 2027 padel sudah siap mengikuti event resmi,” tambahnya.

Sementara itu, dukungan terhadap pembentukan PBPI Jombang juga datang dari berbagai komunitas dan klub padel di daerah tersebut.

Perwakilan Marcella Padel Club, Andre, menyampaikan bahwa Jombang membutuhkan organisasi resmi yang mampu menaungi komunitas padel sekaligus mendorong lahirnya atlet berprestasi dari daerah.

“Di Jombang perlu wadah yang menaungi anak-anak daerah. Kami ingin Jombang memiliki prestasi tinggi di setiap jenjang. Dengan adanya PBPI Jombang, kami berharap olahraga padel semakin berkembang,” ujarnya.

Andre juga berharap ketua yang terpilih mampu mengayomi seluruh klub yang ada di Jombang. “Kami berharap ketua dapat memberikan kenyamanan bagi seluruh komunitas. Tidak mudah menjadi ketua karena setiap klub memiliki harapan yang berbeda,” katanya.

Hal senada disampaikan Steven dari Padel Toon yang menilai langkah Jombang membentuk organisasi padel sebagai langkah progresif.

“Kami sangat senang Jombang cukup futuristik dengan menaungi padel secepat ini. Saya sering bermain di Kediri sehingga bisa melihat bagaimana padel dikelola,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masih ada tantangan untuk memperkenalkan olahraga padel kepada masyarakat, terutama terkait anggapan bahwa olahraga ini mahal.

“Ketika orang mendengar padel, asumsi pertama biasanya mahal. Padahal tidak selalu begitu. Banyak pemain menggunakan raket sederhana. Tinggal bagaimana kita mengubah mindset masyarakat,” jelasnya.

Steven berharap PBPI Jombang rutin menggelar event padel untuk meningkatkan popularitas olahraga tersebut. “Setidaknya ada event satu sampai tiga kali setiap tahun agar padel semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Ketua PBPI Jombang terpilih, Novadonna Bilytha Puspythasari, menyampaikan bahwa amanah memimpin organisasi tersebut merupakan tanggung jawab bersama seluruh komunitas padel di Jombang.

“Hari ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi saya karena diberi kepercayaan memimpin PBPI Jombang. Amanah ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi milik kita bersama untuk memajukan olahraga padel di Kabupaten Jombang,” ujarnya.

Ia melihat perkembangan padel di Jombang cukup pesat dengan munculnya berbagai komunitas dan klub baru.

“Antusiasme masyarakat terhadap padel semakin tinggi. Ini menjadi peluang besar untuk menjadikan padel tidak hanya sebagai olahraga rekreasi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan atlet berprestasi,” kata Novadonna.

Ke depan, PBPI Jombang akan fokus pada pembinaan atlet muda padel serta membangun organisasi yang solid dan profesional.

“Kami akan merangkul seluruh komunitas padel dan bekerja sama dengan KONI serta pemerintah daerah untuk menyiapkan atlet terbaik menuju berbagai kejuaraan, termasuk Porprov 2027,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program kerja, sambung Dona, PBPI Jombang berencana memperkenalkan olahraga padel ke sekolah-sekolah untuk menjaring atlet muda potensial.

“Kita ingin mengajak anak-anak muda Jombang yang memiliki talenta untuk bergabung. Padel akan diperkenalkan di sekolah dengan sasaran usia 14 hingga 23 tahun,” jelasnya.

Selain itu, PBPI Jombang juga merancang berbagai program seperti pelatihan atlet, peningkatan kapasitas pengurus, kerja sama dengan pelatih nasional maupun internasional, serta penyelenggaraan turnamen padel secara rutin.

Terpisah, Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie, menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih sekaligus mengingatkan bahwa pengembangan olahraga membutuhkan kerja kolektif.

“Selamat untuk ketua terpilih. Ini adalah bentuk pengabdian. Semua akan terasa berat jika dikerjakan sendiri, tetapi jika dilakukan bersama akan terasa ringan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa olahraga padel di Indonesia terus berkembang dan telah dipertandingkan dalam berbagai ajang nasional maupun internasional.

“Padel sudah masuk dalam PON dan di NTB juga sudah dipertandingkan di SEA Games. Karena itu Jombang harus mulai menyiapkan atlet sejak sekarang,” katanya.

Rudie juga memastikan PBPI Jawa Timur siap memberikan dukungan kepada PBPI Jombang, baik dari sisi administratif maupun pengembangan organisasi.

“Berita acara Muskab hari ini segera dikirimkan ke Sekretaris Umum Pengprov agar SK kepengurusan bisa segera diterbitkan. Dengan begitu padel Jombang dapat segera bergabung dengan KONI,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meskipun Jombang tergolong baru dalam pengembangan padel, hal tersebut bukan berarti tertinggal. “Yang datang belakangan bukan berarti tertinggal. Yang penting kita bergerak lebih dulu dan tidak perlu skeptis,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *