Sudutkota.id – GOR Ken Arok, Kota Malang, dipenuhi semangat ribuan pesilat dari berbagai penjuru Indonesia dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia “Malang Championship 6”, yang digelar pada 25–26 Juli 2026.
Kejuaraan yang telah menjadi agenda tahunan tersebut kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang pembinaan atlet pencak silat terbesar di Jawa Timur.
Sekitar 2.000 atlet dari berbagai perguruan pencak silat, sekolah, serta kontingen kabupaten dan kota dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur mengikuti kejuaraan ini. Selain menjadi arena kompetisi, Malang Championship 6 juga menjadi momentum mempererat persaudaraan antar pesilat sekaligus menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.
Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Hadir pula Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur sekaligus Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, jajaran pengurus IPSI Jawa Timur, Ketua IPSI Kota Malang, dr. Andi Ardianto, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para dewan juri, wasit, pelatih, ofisial, atlet, serta orang tua peserta.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi kepada IPSI, Kementerian Kebudayaan RI, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kejuaraan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, Malang Championship bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan. Kejuaraan menjadi tempat bagi para atlet untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan rutin selama berbulan-bulan, sekaligus menjadi evaluasi terhadap hasil pembinaan yang dilakukan para pelatih.
“Para atlet selama ini telah berlatih dengan disiplin dan penuh semangat. Hari ini adalah saatnya mereka membuktikan kemampuan yang dimiliki. Dari pertandingan seperti inilah kita dapat mengetahui kelebihan maupun kekurangan yang nantinya menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi,” ujar Wahyu.
Ia berharap para atlet mampu menjadikan kejuaraan ini sebagai bekal menghadapi event yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi, nasional maupun internasional.
Wahyu juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap perkembangan prestasi pencak silat Kota Malang yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, pelatih, pengurus IPSI, serta dukungan seluruh pihak yang terus berkomitmen membangun olahraga prestasi di Kota Malang.
Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa pencak silat memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar olahraga bela diri.
“Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, disiplin, keberanian, kehormatan, tanggung jawab, serta rasa hormat kepada sesama. Karena itu pembinaan pencak silat tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang cinta budaya, berintegritas, dan memiliki semangat persatuan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk bertanding dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Pemerintah Kota Malang akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga, termasuk pencak silat, sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, berprestasi, dan berkarakter. Kami ingin lahir lebih banyak atlet nasional bahkan internasional dari Kota Malang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang dan seluruh panitia yang dinilai mampu menyelenggarakan kejuaraan dengan baik.
Menurut Bambang, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa pencak silat semakin berkembang dan mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Sekitar 2.000 atlet yang mengikuti Malang Championship 6 berasal dari berbagai perguruan, sekolah, hingga kontingen kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan prestasi sekaligus mempererat tali silaturahmi antarperguruan dan antarkontingen dari seluruh Indonesia. Semangat persaudaraan inilah yang menjadi kekuatan pencak silat Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, secara umum penyelenggaraan Malang Championship 6 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Meski demikian, panitia tetap melakukan evaluasi terhadap sejumlah aspek, seperti pelayanan peserta, pengaturan jadwal pertandingan, serta peningkatan kualitas penyelenggaraan agar pelaksanaan pada tahun mendatang semakin profesional.
Bambang berharap Malang Championship dapat terus menjadi kalender tetap IPSI sebagai salah satu kejuaraan bergengsi yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi untuk memperkuat kontingen Jawa Timur maupun Indonesia di berbagai ajang nasional hingga internasional.
“Kami berharap melalui kejuaraan ini lahir generasi pesilat yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, disiplin, persatuan, serta menjaga nama baik olahraga pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia,” ujarnya.




















