Peristiwa

Dugaan Keracunan Puluhan Santri di Jombang, Pengasuh Ponpes: Banyak yang Muntah Setelah Makan Telur Asin

7
×

Dugaan Keracunan Puluhan Santri di Jombang, Pengasuh Ponpes: Banyak yang Muntah Setelah Makan Telur Asin

Share this article
Puluhan Santri Diduga Keracunan, Pengasuh Ponpes: Banyak yang Muntah Setelah Makan Telur Asin
Muhammad Adam, pengurus Ponpes Sholawat Darut Taubah, Betek Mojoagung Jombang.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.idPuluhan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan berbuka puasa pada Kamis (5/3/2026).

Total 40 santri dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala mual, muntah hingga lemas usai makan menu berbuka berupa nasi rawon dan telur asin.

Pengasuh PP Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam, mengatakan awalnya ia mengira keluhan para santri hanya disebabkan kelelahan setelah menjalani puasa seharian.

Namun situasi berubah ketika keluhan muncul hampir bersamaan dari banyak santri.

“Baru makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang mual lalu muntah. Saya kira hanya telat makan atau lemah, ternyata banyak yang mengalami,” ujar Adam.

Menurutnya, kondisi paling parah dialami santri putri. Beberapa di antaranya terlihat lemas, menangis bahkan sampai pingsan sehingga pengurus pondok segera melakukan penanganan darurat.

“Yang perempuan terutama, ada yang lemas, nangis, bahkan sampai pingsan. Kami langsung koordinasi minta bantuan ambulans,” katanya.

Tak lama kemudian, sejumlah ambulans datang dan mengevakuasi para santri ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis.

“Dari total korban, 30 orang merupakan santri putri dan 10 lainnya santri putra,” ucapnya.

Adam menjelaskan, menu berbuka puasa saat itu terdiri dari nasi dan sayur rawon yang dimasak oleh pihak pondok, sementara telur asin merupakan bantuan dari program MBG milik SPPG Medek.

“Nasinya dan rawon dari pondok, sedangkan telur asin berasal dari MBG,” jelasnya.

Ia menyebut paket MBG yang diterima pondok biasanya dibagikan untuk beberapa hari selama Ramadan dan berisi roti, buah-buahan serta telur asin.

“Dari sekitar 84 santri yang tinggal di asrama, tidak semuanya mengalami keluhan,” paparnya.

Adam juga mendapat informasi bahwa sebagian santri yang muntah mengeluarkan makanan berupa telur asin.

“Ada yang muntah itu keluar telur asinnya. Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak pondok belum dapat memastikan penyebab pasti dugaan keracunan makanan tersebut.

Saat ini mereka masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium dari dinas terkait. Hingga Kamis malam, puluhan santri masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pihak pondok juga terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan dan penyelenggara MBG guna memastikan penanganan lanjutan serta keamanan konsumsi santri selama Ramadan.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 santri Pondok Pesantren Darut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah berbuka puasa, Kamis malam (5/3/2026).

Para santri tersebut mengalami gejala mual, muntah, dan pusing hingga lemas usai menyantap telur asin pada hidangan berbuka berupa nasi rawon di lingkungan pesantren.

Informasi yang dihimpun, awalnya para santri tidak merasakan keluhan saat berbuka puasa. Namun setelah melaksanakan salat Isya, sejumlah santri mulai merasakan mual disertai muntah dan pusing.

Peristiwa keracunan santri di Jombang ini juga sempat viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah santri dievakuasi secara bergantian oleh petugas menggunakan mobil ambulans menuju rumah sakit terdekat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *