Peristiwa

Diguyur Hujan 5 Jam, Sungai di Pakis Meluap, Permukiman Warga Terendam

13
×

Diguyur Hujan 5 Jam, Sungai di Pakis Meluap, Permukiman Warga Terendam

Share this article
Diguyur Hujan 5 Jam, Sungai di Pakis Meluap, Permukiman Warga Terendam
Petugas gabungan dari Polsek Pakis, Koramil 0818/25 Pakis, dan BPBD Kabupaten Malang saat melakukan kaji cepat dan pemantauan debit air sungai yang meluap hingga menggenangi rumah warga di Jl. Bugis Barat Gang II, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Sabtu (28/2/2026) malam.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, selama kurang lebih lima jam pada, Sabtu (28/2/2026) sore hingga malam, memicu meluapnya sungai di perbatasan Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Akibatnya, sedikitnya 10 rumah warga di dua desa tersebut tergenang air.

Peristiwa terjadi di kawasan Jl. Bugis Barat Gang II RT 06 RW 06 Desa Saptorenggo serta sebagian wilayah RT 03 RW 06 Desa Mangliawan. Berdasarkan laporan yang diterima, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 17.30 WIB dan terus berlangsung hingga malam hari.

Kapolsek Pakis, AKP Suyanto Samsul menjelaskan, intensitas hujan yang cukup tinggi membuat debit air sungai meningkat signifikan. Sekitar pukul 20.00 WIB, air sungai di perbatasan Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan tidak lagi mampu tertampung dan akhirnya meluap ke permukiman warga.

“Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 20.00 WIB. Ketinggian air bervariasi, tergantung kontur tanah dan posisi rumah masing-masing,” terang AKP Suyanto.

Mendapat laporan tersebut, pada pukul 20.20 WIB personel Polsek Pakis bersama anggota Koramil 0818/25 Pakis langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Malang melalui Poslap Tumpang serta instansi terkait lainnya.

Selanjutnya pada pukul 20.24 WIB, tim gabungan melaksanakan kaji cepat (assessment) untuk mengetahui jumlah rumah terdampak, potensi risiko lanjutan, serta memastikan tidak ada warga yang membutuhkan evakuasi darurat. Petugas juga melakukan pemantauan debit air sungai secara berkala.

“Hingga pukul 22.05 WIB, hujan masih turun dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun kondisi air mulai relatif stabil dan tidak ada penambahan rumah terdampak,” tambahnya.

Data sementara mencatat, tujuh rumah warga di Desa Saptorenggo RT 06 RW 06 terdampak genangan. Rumah tersebut masing-masing milik Nur Hasan, Dian, Ian, Kasan, Piani, Hendrik, dan Suman.

Sementara di Desa Mangliawan RT 03 RW 06, tiga rumah warga yang terdampak adalah milik Yoga, Indah Wati, dan Kemi.

Meski air sempat masuk ke dalam rumah dan menggenangi lantai, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Kerugian yang timbul masih bersifat material dan saat ini dalam proses pendataan oleh perangkat desa bersama petugas terkait.

Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Malang, Muspika Kecamatan Pakis, Pemerintah Desa Saptorenggo, Poslap Rayon Tumpang, Destana Mangliawan, PMI Kabupaten Malang, Marva Telekomunikasi, Buana Solusindo, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses penanganan di lapangan.

Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), berkoordinasi dengan Muspika dan instansi terkait, melakukan identifikasi dan kaji cepat, serta melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang kepada pimpinan.

Kapolsek Pakis juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, mengingat cuaca di wilayah Kabupaten Malang masih berpotensi hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami terus melaksanakan monitoring wilayah. Warga yang tinggal di bantaran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba,” tegas AKP Suyanto Samsul.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *