Daerah

PMK di Jombang 2026 Terkendali, 102 Sapi Sembuh dari 147 Kasus

11
×

PMK di Jombang 2026 Terkendali, 102 Sapi Sembuh dari 147 Kasus

Share this article
PMK di Jombang 2026 Terkendali, 102 Sapi Sembuh dari 147 Kasus
Upaya pengendalian PMK di Jombang oleh Dinas Peternakan.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2026 tercatat sebanyak 147 kasus.

Meski sempat meningkat di awal tahun, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang memastikan tren kasus PMK di Jombang mulai terkendali dan menunjukkan penurunan signifikan.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, mengungkapkan bahwa mayoritas sapi yang terpapar PMK berhasil disembuhkan.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 102 ekor ternak dinyatakan sembuh,” kata Saleh, Senin (23/2/2026).

Selain itu, tiga ekor sapi dilaporkan mati akibat PMK. Sementara delapan ekor lainnya terpaksa dipotong sebagai langkah pengendalian untuk mencegah penularan lebih luas.

Adapun 34 ekor ternak masih dalam kondisi sakit dan saat ini menjalani pengobatan intensif serta pemantauan ketat oleh petugas.

“Mayoritas ternak yang terpapar sudah pulih. Sisanya masih terus dipantau dan ditangani petugas,” jelasnya.

Menurut Saleh, angka kasus PMK di Jombang pada minggu ketiga Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan minggu pertama dan kedua.

“Secara umum, kejadian PMK minggu ketiga Februari ini mengalami penurunan signifikan dibanding minggu sebelumnya,” ujarnya.

Penurunan ini menjadi sinyal positif dalam upaya pengendalian wabah PMK di Kabupaten Jombang, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas jual beli ternak.

“Selain penanganan kasus, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang juga mengintensifkan langkah pencegahan melalui vaksinasi PMK,” paparnya.

Ia menegaskan program vaksinasi merupakan hal yang krusial untuk meningkatkan kekebalan atau imunitas hewan ternak, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Dari target vaksinasi PMK Februari 2026 sebanyak 11.000 dosis, hingga 18 Februari realisasi di lapangan telah mencapai 6.454 dosis atau setara 58,14 persen.

“Capaian ini menunjukkan progres positif dalam pengendalian PMK di Jombang,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia menyebut vaksinasi menjadi strategi utama selain penyemprotan disinfektan secara rutin, khususnya di pasar hewan yang memiliki risiko tinggi terhadap pergerakan dan kontak antarternak.

“Vaksinasi terus kami genjot untuk memperkuat imunitas hewan ternak,” pungkasnya.

Dengan tren kasus yang menurun dan cakupan vaksinasi yang terus meningkat, Pemkab Jombang optimistis penyebaran PMK dapat dikendalikan secara maksimal dalam waktu dekat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *