Daerah

Gambus Misri Bintang Sembilan, Kesenian Tradisional Sumobito yang Dibangkitkan Pemkab Jombang

12
×

Gambus Misri Bintang Sembilan, Kesenian Tradisional Sumobito yang Dibangkitkan Pemkab Jombang

Share this article
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian warisan budaya daerah dengan menggelar pementasan rekonstruksi kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.
Pementasan gambus misri di gedung kesenian Jombang. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menunjukkan komitmen kuat dalam pelestarian warisan budaya daerah dengan menggelar pementasan rekonstruksi kesenian tradisional Gambus Misri Bintang Sembilan dari Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.

Pementasan yang digelar di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang tersebut berhasil memukau ratusan pengunjung dan menjadi momentum kebangkitan kembali Gambus Misri, kesenian tradisional khas Jombang yang sempat vakum selama bertahun-tahun.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata perlindungan dan pengembangan warisan budaya tak benda Kabupaten Jombang, agar tetap lestari dan dikenal lintas generasi.

Selain pertunjukan seni, acara juga dirangkai dengan dialog kebudayaan yang mengulas sejarah Gambus Misri serta lakon legendaris “Fajar Islam”, kisah dakwah Syeh Maulana Ishak di Kerajaan Blambangan yang menjadi ciri khas kesenian tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, dan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, para kepala OPD, Camat Sumobito, pegiat budaya, serta tamu undangan lainnya.

Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan apresiasi atas upaya rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan.

Ia menilai kegiatan ini sebagai langkah awal kebangkitan kesenian tradisional yang tetap berpijak pada pakem, tanpa meninggalkan perkembangan zaman dan jati diri budaya lokal.

Menurutnya, Gambus Misri lahir dari lingkungan Pesantren Tebuireng sebagai pengembangan seni ludruk dengan muatan cerita bernuansa Islam.

“Pelestarian Gambus Misri sangat penting karena generasi muda belum sepenuhnya mengenal kesenian ini. Pemkab Jombang berkomitmen mendukung, melindungi, dan memanfaatkan potensi para seniman agar warisan budaya tak benda ini tetap lestari,” kata Agus, Senin (9/2/2026)

Sementara itu, Pimpinan Gambus Misri Bintang Sembilan, Anasrul Hakim, menjelaskan bahwa kesenian ini telah ada sejak lama, namun sempat terhenti.

“Sejak 2017, pemuda bersama pelaku seni terdahulu melakukan penelusuran dan perawatan kembali agar Gambus Misri dapat hidup kembali di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, sehingga Gambus Misri mampu diterima oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. “Serta memberi keseimbangan antara nilai seni dan keberlanjutan ekonomi bagi para pelaku budaya,” tuturnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Anom Antono, menegaskan bahwa Gambus Misri Bintang Sembilan merupakan satu-satunya kesenian sejenis di Kabupaten Jombang, sehingga pelestarian dan pengembangannya menjadi tanggung jawab bersama.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang menegaskan peran pemerintah dalam melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan objek pemajuan kebudayaan.

“Melalui pementasan rekonstruksi Gambus Misri Bintang Sembilan dari Sumobito ini, kami berupaya menghadirkan kembali identitas budaya daerah sebagai bagian dari pelestarian budaya untuk generasi mendatang,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *