Peristiwa

Bangunan Ponpes di Sidoarjo Roboh, BNPB: Termasuk Bencana Kegagalan Teknologi

170
×

Bangunan Ponpes di Sidoarjo Roboh, BNPB: Termasuk Bencana Kegagalan Teknologi

Share this article
Bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang roboh. (Foto: BNPB)

Sudutkota.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyatakan peristiwa robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, termasuk kategori bencana kegagalan teknologi. Insiden itu terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Khr. Abbas I No.18, Buduran, Kecamatan Buduran.

Kejadian bermula sejak pagi saat proses pengecoran lantai empat bangunan pondok pesantren dilakukan. Namun pada sore hari, bersamaan dengan pelaksanaan salat Asar berjamaah, tiang pondasi diduga tidak mampu menahan beban cor beton sehingga bangunan runtuh hingga ke lantai dasar. Puluhan santri dan pekerja tertimpa material bangunan.

Hingga Selasa (30/9) pukul 09.00 WIB, tercatat 102 korban berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, 91 jiwa menyelamatkan diri secara mandiri, sementara 11 dievakuasi tim SAR gabungan. Satu korban ditemukan meninggal dunia. Selain itu, 77 orang mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit, yakni 34 orang ke RSUD Sidoarjo, 38 ke RS Siti Hajar, dan 4 ke RS Delta Surya. Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dilaporkan hilang dan diduga terjebak dalam reruntuhan.

BNPB bersama BPBD Kabupaten Sidoarjo, Basarnas, Forkopimda Sidoarjo, BPBD Jawa Timur, serta sejumlah BPBD dari daerah sekitar hingga relawan SAR terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi. Langkah yang dilakukan antara lain asesmen lokasi kejadian, pemantauan struktur bangunan yang tersisa, hingga penyiapan jalur evakuasi korban.

“BNPB mengingatkan bahwa kejadian seperti ini termasuk bencana kegagalan teknologi yang perlu diantisipasi dengan penerapan standar keselamatan konstruksi secara ketat. Pengelola bangunan bertingkat harus memastikan adanya pengawasan teknis pembangunan agar insiden serupa tidak terulang,” tegas Suharyanto, dalam keterangan resmi.

BNPB menegaskan, informasi terkini terkait penanganan bencana ini akan terus diperbarui seiring dengan berjalannya proses pencarian dan evakuasi korban.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *