Nasional

IHSG Menguat, Habib Idrus Desak Transparansi dan Penegakan Hukum Pasar Modal

5
×

IHSG Menguat, Habib Idrus Desak Transparansi dan Penegakan Hukum Pasar Modal

Share this article
IHSG Menguat, Habib Idrus Desak Transparansi dan Penegakan Hukum Pasar Modal
Habib Idrus Salim Aljufri mendorong transparansi dan pengawasan pasar modal untuk melindungi investor.(Sudutkota.id/Fraksi PKS)

JAKARTA, Sudutkota.id – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai perlu diikuti pembenahan tata kelola dan pengawasan pasar modal agar kepercayaan investor tidak hanya bergantung pada pergerakan indeks.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, mengingatkan bahwa penguatan pasar harus dibarengi transparansi, kepastian aturan, dan perlindungan investor.

Habib Idrus mengapresiasi upaya pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas serta kepercayaan pasar. Namun, ia menilai penguatan indeks dalam satu hari belum cukup untuk memastikan pemulihan yang berkelanjutan.

“Kita menyambut baik penguatan pasar saham ini. Saya mengapresiasi upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, serta kerja OJK, Bursa Efek Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kepercayaan pasar. Momentum positif ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperbaiki pasar modal Indonesia,” ujar Habib Idrus, Selasa (20/10/2026).

Menurutnya, pasar modal yang sehat seharusnya memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat. Pembiayaan bagi perusahaan dapat mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka lapangan kerja. Karena itu, manfaat pasar modal perlu dirasakan lebih luas, tidak hanya tercermin dari kenaikan indeks saham.

“Manfaat pasar modal harus semakin dirasakan masyarakat. Ketika perusahaan memperoleh pembiayaan yang sehat dan menggunakannya untuk kegiatan produktif, peluang usaha dan pekerjaan dapat ikut tumbuh. Inilah manfaat yang perlu terus kita dorong,” jelasnya.

Untuk menjaga kepercayaan investor, Habib Idrus mendorong penguatan transparansi kepemilikan saham, peningkatan kualitas saham yang beredar di publik, serta pengawasan terhadap transaksi yang merugikan investor. Ia juga menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap praktik manipulasi harga, perdagangan semu, dan penyalahgunaan informasi orang dalam.

“Praktik manipulasi harga, perdagangan semu, dan penyalahgunaan informasi orang dalam harus ditindak tegas. Investor, terutama masyarakat yang baru mulai berinvestasi, harus merasa bahwa pasar kita memiliki aturan yang adil dan pengawasan yang dapat dipercaya,” tegasnya.

Selain pengawasan, ia meminta agar reformasi pasar modal disertai komunikasi kebijakan yang jelas, target terukur, jadwal pelaksanaan, dan laporan kemajuan yang terbuka. Habib Idrus juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengikuti euforia kenaikan saham, melainkan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

“Komisi XI akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan mendukung langkah pembenahan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Kita ingin optimisme ini bertahan karena pasar modal Indonesia semakin transparan, berintegritas, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Habib Idrus.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *