Peristiwa

Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Bengkel dan Lahan Bambu Dilalap Api

19
×

Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Bengkel dan Lahan Bambu Dilalap Api

Share this article
Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Malang, Bengkel dan Lahan Bambu Dilalap Api
Petugas Damkar Kabupaten Malang saat berjibaku memadamkan api yang membakar lahan tebu di wilayah Kabupaten Malang.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam sehari, Senin (5/10/2026).

Kebakaran pertama melanda sebuah rumah usaha bengkel di Dusun Ngepek, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran. Sementara kebakaran kedua terjadi di lahan bambu kawasan Mansion Valley, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Selasa (6/10/2026), membenarkan adanya dua kejadian tersebut.

Menurut Win, laporan pertama diterima petugas Damkar Kabupaten Malang pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 04.05 WIB. Kebakaran terjadi di Dusun Ngepek, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, dengan objek yang terbakar berupa rumah usaha bengkel.

“Laporan kami terima sekitar pukul 04.05 WIB. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan persiapan dan bergerak menuju lokasi,” ujar Win.

Dari laporan yang diterima, unit Damkar Kabupaten Malang berangkat sekitar pukul 04.25 WIB dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.35 WIB.

Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 70 meter persegi. Api diduga berasal dari konsleting listrik yang kemudian membakar bangunan beserta sejumlah perkakas bengkel di dalamnya.

Petugas Damkar Kabupaten Malang berjibaku melakukan pemadaman hingga api akhirnya dinyatakan padam sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah memastikan kondisi lokasi aman, petugas kemudian kembali ke mako atau pos sekitar pukul 08.30 WIB.

Pemilik bangunan diketahui bernama Fauzi (43), warga Dusun Ngepek, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Namun, kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Win menjelaskan, penanganan kebakaran tersebut melibatkan Regu 2 Damkar Kabupaten Malang, dengan mengerahkan dua unit kendaraan, yakni U4 dan U8, serta lima personel.

“Untuk kejadian di Pagelaran, petugas melakukan pemadaman sampai api benar-benar dinyatakan padam dan kondisi di lokasi dinyatakan aman,” jelasnya.

Belum selesai penanganan di Pagelaran, petugas Damkar Kabupaten Malang kembali menerima laporan kebakaran pada Senin sore. Kali ini kebakaran terjadi di kawasan Mansion Valley, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis.

Win mengatakan, laporan kebakaran kedua diterima sekitar pukul 18.13 WIB, setelah sebelumnya warga sekitar melihat kobaran api di area lahan bambu.

“Untuk kejadian di Tirtomoyo, laporan masuk sekitar pukul 18.13 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga,” kata Win.

Petugas berangkat sekitar pukul 18.14 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 18.29 WIB. Saat petugas tiba, kobaran api sudah cukup besar dan membakar lahan bambu dengan luas sekitar 500 meter persegi.

Berdasarkan keterangan warga, sekitar pukul 17.50 WIB kobaran api sudah terlihat cukup besar. Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas Damkar Kabupaten Malang.

“Warga sempat berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadanya sambil menghubungi petugas Damkar,” ungkap Win.

Berbeda dengan kebakaran bengkel di Pagelaran, penyebab kebakaran lahan bambu tersebut hingga kini belum diketahui. Petugas juga tidak menemukan adanya korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah penanganan selesai, seluruh personel dan armada kembali ke mako sekitar pukul 20.15 WIB.

Dalam penanganan kebakaran di Tirtomoyo, Damkar Kabupaten Malang menerjunkan Regu 3 dengan tiga unit kendaraan, yakni U7, U10 dan U2, serta enam personel. Penanganan juga didukung satu unit ambulans J99 dan satu personel Redkar.

Win menegaskan, kecepatan laporan dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran. Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera bergerak sehingga api dapat ditangani sebelum meluas ke area lain.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat adanya kebakaran. Jangan menunggu api membesar, karena semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas melakukan penanganan,” pungkas Win.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *