Daerah

Camat Tulangan Buka Jalan Sehat HUT RI ke-81 di RW 08 Perumtas 3 Grabagan-Sidoarjo, Dorong Warga Rawat Fasum-Fasos

21
×

Camat Tulangan Buka Jalan Sehat HUT RI ke-81 di RW 08 Perumtas 3 Grabagan-Sidoarjo, Dorong Warga Rawat Fasum-Fasos

Share this article
Camat Tulangan Buka Jalan Sehat HUT RI ke-81 di RW 08 Perumtas 3 Grabagan-Sidoarjo, Dorong Warga Rawat Fasum-Fasos
Camat Tulangan, Sidoarjo, Moch. Andi Sulistiono (Tengah), bersama Plt. Kepala Desa Grabagan, Topan Afandi, dan Ketua RW 08, Junaidi, serta 7 RT setempat.(Foto:sudutkota.id/Amrizal)

SIDOARJO, Sudutkota.id – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di lingkungan RW 08 Perumtas 3, Desa Grabagan, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di area fasilitas umum (fasum) RW 08 tersebut dibuka langsung oleh Camat Tulangan, Moch. Andi Sulistiono. Ia didampingi Plt. Kepala Desa Grabagan, Topan Afandi, dan Ketua RW 08, Junaidi, serta 7 RT setempat.

Antusiasme warga begitu nampak sejak pagi. Jalan sehat menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat menjaga kesehatan melalui kegiatan yang sederhana dan meriah.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tulangan Moch. Andi Sulistiono menyampaikan apresiasi kepada jajaran RW dan RT di lingkungan RW 08 yang telah menggelar kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan bersama seperti jalan sehat tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga memperkuat kerukunan warga.

“Yang pertama, saya ucapkan terima kasih, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak RW beserta tujuh RT di lingkungan RW 08. Atas terselenggaranya kegiatan hari ini, mudah-mudahan ini membuat kita sehat, bahagia, sentosa selamanya,” ujar Camat Andi.

Selain mengapresiasi kegiatan warga, Andi juga menyoroti kondisi sejumlah fasum dan fasilitas sosial (fasos) di lingkungan RW 08 yang menurutnya masih perlu mendapat perhatian.

Ia mengaku melihat langsung keberadaan fasum-fasos di kawasan tersebut yang cukup banyak. Namun, sebagian fasilitas dinilai belum terkelola secara optimal.

“Kalau keliling ke wilayah-wilayah mesti ada yang saya koreksi. Termasuk diri saya, saya koreksi,” tuturnya.

Menurut Andi, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah fasum-fasos di kawasan tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah.

Namun, karena pengelolaan berada di bawah pemerintah daerah dengan kendali yang cukup jauh dari lingkungan warga, ia mendorong adanya keterlibatan masyarakat dalam merawat fasilitas tersebut.

“Informasinya fasum-fasos ini sudah diserahkan ke Pemda. Pemda merawatnya itu pusat kendalinya cukup jauh. Sehingga mohon bantuan swadaya masyarakat untuk mengurusi fasum-fasos di lingkungan RT/RW masing-masing,” pinta Camat Andi di depan warga.

Ia menilai, kepedulian warga terhadap lingkungan menjadi penting agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan bersama.

Andi juga menyinggung potensi dukungan anggaran dari lingkungan masyarakat, terutama apabila terdapat sumber pemasukan dari aktivitas ekonomi di sekitar kawasan.

Ia berharap setiap kontribusi yang masuk ke lingkungan dapat dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik, termasuk untuk mendukung pemeliharaan lingkungan dan fasum-fasos.

“Kalau ada anggaran yang masuk, saya berharap bisa dipertanggungjawabkan. Salah satunya untuk pengelolaan lingkungan sekitar,” tegasnya.

Terkait kondisi fasum-fasos di RW 08, Andi menyebut pengelolaannya selama ini lebih banyak mengandalkan swadaya masyarakat.

Karena itu, ia berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah desa agar mendapat perhatian lebih lanjut.

“Saya berharap nanti saya sampaikan kepada Pak Kades. Saya minta tolong nanti, ketika rapat-rapat saya juga akan menyampaikan masukan dan saran agar fasum-fasosnya diopeni,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberadaan fasum-fasos seharusnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Termasuk sebagai ruang kegiatan warga, selama penggunaannya tetap terkelola dengan baik.

“Digunakan untuk kepentingan bersama. Seperti halnya digunakan kegiatan hari ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Andi juga mengajak warga RW 08 untuk membangun identitas lingkungan melalui sebuah tagline yang mencerminkan semangat kebersamaan.

Ia menyebut Kecamatan Tulangan memiliki tagline yang menekankan nilai kedamaian, akhlak, dan sopan santun. Sementara itu, ia mendorong RW 08 memiliki tagline yang dapat menjadi semangat bersama warga.

“RW 08 Guyub Rukun!” seru Andi yang kemudian disambut antusias warga.

Kegiatan jalan sehat tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan RW 08 Perumtas 3.

“Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *