Daerah

Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang Rumuskan Arah Baru Marhaenisme di Tengah Perubahan Zaman

10
×

Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang Rumuskan Arah Baru Marhaenisme di Tengah Perubahan Zaman

Share this article
Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang Rumuskan Arah Baru Marhaenisme di Tengah Perubahan Zaman
Pelaksanaan kaderisasi ke-7 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang, yang digelar di Rumah Aspirasi Ahmad Basarah.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Regenerasi kader dan relevansi ideologi Marhaenisme di tengah perubahan zaman menjadi fokus pembahasan dalam kaderisasi ke-7 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang.

Mengusung tema “Quo Vadis Pemuda Demokrat Indonesia”, kegiatan yang dilaksanakan, pada Sabtu (10/10/2026) itu, menjadi ruang refleksi untuk merumuskan arah gerakan organisasi sekaligus memperkuat peran kader di tengah masyarakat.

Kegiatan yang digelar di Rumah Aspirasi Ahmad Basarah tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ahmad Basarah, anggota DPR RI, Saufudin Zuhri, anggota DPRD Jawa Timur, serta Tantri Bararah, anggota DPRD Kabupaten Malang. Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Demokrat Indonesia, Andhi Widiono, juga turut hadir.

Dalam forum tersebut, Marhaenisme tidak hanya dibahas sebagai warisan pemikiran politik Soekarno, tetapi juga sebagai landasan gerakan yang perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata sesuai dengan tantangan masyarakat saat ini.

Ahmad Basarah menekankan pentingnya menjaga Marhaenisme sebagai ideologi yang memiliki keterkaitan erat dengan semangat kebangsaan Indonesia. Menurut dia, sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi merupakan ruh perjuangan yang perlu terus dipelihara.

Kedua gagasan tersebut, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membangun nasionalisme yang ideal, yakni nasionalisme yang tidak terlepas dari kehidupan sosial masyarakat dan nilai-nilai demokrasi.

Pembahasan ini menempatkan kaderisasi sebagai momentum untuk memperkuat pemahaman ideologis generasi muda. Tantangannya bukan sekadar mempertahankan gagasan yang diwariskan para pendahulu, melainkan memastikan nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam menjawab persoalan masyarakat.

Sementara itu, Saufudin Zuhri mengangkat aspek sejarah Pemuda Demokrat Indonesia. Ia menyebut sejarah organisasi tersebut sebagai bagian dari dinamika politik pada masa Orde Baru yang, menurut pandangannya, berkaitan dengan proses de-Soekarnoisasi.

Perspektif sejarah tersebut menjadi pengingat bagi kader untuk memahami perjalanan organisasi, termasuk perubahan situasi politik yang memengaruhi perkembangan gerakan nasionalis di Indonesia.

Di sisi lain, Tantri Bararah menyoroti perlunya pembaruan strategi konsolidasi kekuatan nasionalis. Ia menilai, konsolidasi dalam bentuk front Marhaenis perlu menemukan format baru agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Menurut Tantri, dinamika sosial dan tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini menuntut organisasi untuk tidak terpaku pada pola gerakan lama. Pembaruan pendekatan diperlukan agar nilai-nilai perjuangan tetap dapat diterapkan dalam konteks kehidupan masa kini.

Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kabupaten Malang, Roni Mustofa, SE., MM., menegaskan bahwa kader harus mampu menghidupkan Marhaenisme melalui tindakan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa kader Pemuda Demokrat Indonesia merupakan bagian dari masyarakat yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai persoalan sosial. Karena itu, pemahaman ideologi harus diwujudkan melalui langkah konkret, mulai dari memperkuat gotong royong, membantu warga yang membutuhkan, hingga melakukan advokasi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi Roni, gerakan organisasi tidak cukup berhenti pada diskusi dan kegiatan kaderisasi. Nilai perjuangan harus hadir dalam lingkungan terkecil agar keberadaan kader benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi organisasi untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga, terutama dalam merespons persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian dan keterlibatan langsung.

Pengurus DPP Pemuda Demokrat Indonesia, Andhi Widiono, turut mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban organisasi dan melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

Menurut dia, organisasi perlu terus berbenah agar mampu menghadapi tantangan zaman. Kedisiplinan dalam menjalankan aturan organisasi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keberlangsungan gerakan dan memperkuat koordinasi antar kader.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *