KOTA MALANG, Sudutkota.id – Niat seorang lansia menyalakan lilin sebagai penerangan setelah aliran listrik rumahnya diputus PLN, justru berujung petaka.
Lilin tersebut diduga jatuh dan membakar kelambu serta gorden kamar hingga api membesar dan melalap rumah di Jalan Lebak Sari, RT 06/RW 02, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Kamis (8/10/2026) malam.
Penghuni rumah, Esty (70), atau yang lebih dikenal warga dengan sapaan Ibu Amir, saat kejadian berada seorang diri di rumah tersebut.
Lurah Lowokwaru, Syafril Aries Sandhi, S.Pd., MM., mengatakan, berdasarkan keterangan korban dan informasi warga, rumah tersebut merupakan milik almarhum Amir, suami Esty yang telah meninggal dunia.
Esty diketahui tidak memiliki anak dan selama ini tinggal seorang diri di rumah yang memiliki luas sekitar 450 meter persegi tersebut.
Sebelum kebakaran terjadi, sekitar pukul 20.00 WIB, Esty keluar rumah untuk mengisi daya telepon selulernya di rumah tetangga yang berada sekitar satu blok di sebelah timur.
Korban terpaksa keluar rumah karena aliran listrik di rumahnya telah diputus PLN sejak Rabu (7/10/2026). Untuk penerangan pada malam hari, korban menggunakan lilin.
Sekitar pukul 20.25 WIB, saat hendak kembali ke rumah, korban justru mendapati kobaran api sudah membesar.
Melihat kondisi tersebut, korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Menurut keterangan awal yang diterima Syafril, api diduga bermula ketika lilin yang digunakan sebagai penerangan jatuh dan mengenai kelambu serta gorden di salah satu kamar.
“Listriknya sudah diputus, sehingga beliau menyalakan lilin untuk penerangan. Kemungkinan lilin tersebut jatuh dan mengenai kelambu atau gorden sehingga kemudian api membesar,” ujar Syafril.
Kobaran api kemudian dengan cepat membesar hingga membakar bagian lantai satu rumah.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 20.37 WIB.
Setelah menerima laporan dan melakukan validasi, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pemadaman.
Sebanyak lima armada pemadam kebakaran dikerahkan dengan dukungan sekitar 24 ribu liter air. Proses pemadaman melibatkan 16 personel Damkar serta dibantu unsur relawan pemadam kebakaran dan unsur terkait lainnya.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api hingga akhirnya api dapat dinyatakan padam sekitar pukul 22.20 WIB.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, nihil korban jiwa, baik dari penghuni rumah maupun dari petugas. Proses pemadaman berjalan lancar tanpa kendala berarti,” terang Pandu.
Dari hasil pengamatan awal petugas, kerusakan terparah terjadi di lantai satu. Material bangunan di bagian tersebut sebagian besar habis terbakar, bahkan atap mengalami keruntuhan.
Sedangkan lantai dua masih relatif aman dan tidak mengalami kerusakan berat. Meski demikian, petugas sempat menemukan sejumlah titik api kecil di bagian tersebut.
Pandu menegaskan, dugaan sementara sumber api berasal dari lilin yang digunakan penghuni rumah sebagai penerangan.
“Dugaan sementara berdasarkan kesaksian penghuni, api diketahui berasal dari penyalaan lilin yang ada di salah satu kamar di lantai satu,” ungkapnya.
Hingga Kamis malam, nilai kerugian akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan investigasi dan pendataan terhadap kerusakan bangunan maupun barang-barang yang terbakar.
Tim Inafis juga telah berada di lokasi untuk membantu proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Untuk estimasi kerugian masih belum diketahui. Masih dilakukan investigasi dan perhitungan,” pungkas Pandu.





















