Daerah

Gus Irfan Soroti Dugaan Skema Ponzi Travel Umrah Jombang, Dana Jemaah Capai Rp120 Miliar

27
×

Gus Irfan Soroti Dugaan Skema Ponzi Travel Umrah Jombang, Dana Jemaah Capai Rp120 Miliar

Share this article
Gus Irfan Soroti Dugaan Skema Ponzi Travel Umrah Jombang, Dana Jemaah Capai Rp120 Miliar
Kantor PT Annisa Ahmada Travelindo di Jombang, yang kondisinya tutup.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.idMenteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkap temuan terbaru dalam kasus dugaan penelantaran jemaah umrah yang melibatkan PT Annisa Ahmada Travelindo di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kementerian Haji dan Umrah mencatat hampir 4.000 calon jemaah umrah dari berbagai daerah di Indonesia terdaftar melalui travel tersebut.

Jika rata-rata setoran setiap jemaah diasumsikan mencapai Rp30 juta, dana yang harus dipertanggungjawabkan diperkirakan mencapai Rp120 miliar.

Temuan itu disampaikan Gus Irfan saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Al-Farros, Tebuireng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Sebelumnya, Gus Irfan juga mendatangi langsung kantor PT Annisa Ahmada Travelindo pada Kamis (17/9/2026). Namun, kantor tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup dan digembok.

“Saya mampir ke kantor Anissa Ahmada Travelindo. Ternyata kantornya tutup, digembok, tidak ada orang. Hanya ada tulisan kantor tidak aktif untuk sementara waktu,” ucap Gus Irfan, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Gus Irfan, persoalan tersebut kini tidak hanya menyangkut jemaah asal Jombang. Berdasarkan data sementara Kementerian Haji dan Umrah, terdapat hampir 4.000 calon jemaah yang tercatat melalui PT Annisa Ahmada Travelindo dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Dengan asumsi rata-rata setoran Rp30 juta per orang, total dana masyarakat yang wajib dipertanggungjawabkan mencapai sekitar Rp120 miliar,” ujarnya.

Gus Irfan juga mengungkap adanya dugaan pola pengelolaan dana yang menyerupai skema Ponzi. Dugaan tersebut berkaitan dengan kemungkinan dana jemaah yang baru mendaftar digunakan untuk membiayai keberangkatan jemaah sebelumnya.

“Artinya jamaah yang sudah berangkat, katakan kemarin berangkat bulan Juli-Agustus, dia menggunakan uang dari jamaah yang daftar bulan Juli-Agustus. Berantai begitu. Begitu sampai pada yang harus berangkat Agustus, tidak ada lagi yang bisa diambil,” jelasnya.

Meski demikian, Gus Irfan menegaskan dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan. Pemeriksaan terhadap PT Annisa Ahmada Travelindo masih dilakukan secara intensif oleh tim Inspektorat dan Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Haji dan Umrah, dengan koordinasi bersama aparat penegak hukum.

Sebagai langkah pencegahan, Kementerian Haji dan Umrah telah menutup akses pendaftaran PT Annisa Ahmada Travelindo melalui sistem Siskopatuh.

“Dengan langkah tersebut, travel tidak dapat kembali mendaftarkan calon jemaah baru melalui sistem tersebut,” ucapnya.

Kementerian Haji juga tengah mengkaji sanksi administratif terhadap travel tersebut, termasuk kemungkinan pencabutan izin operasional setelah proses pemeriksaan selesai.

Selain menindak PT Annisa Ahmada Travelindo, Gus Irfan juga memberikan teguran kepada pengelola KBIHU Muslimat Jombang. Teguran tersebut berkaitan dengan proses seleksi dan pengawasan terhadap mitra travel.

“Saya tidak berani mengatakan (terlibat). Tapi kemarin jujur pengelola KBIHU Muslimat saya tegur. Insyaallah tidak akan terlibat. Tapi itu kelalaian. Mudah-mudahan tidak akan terlibat. Semua kemungkinan-kemungkinan kita pelajari,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah sekitar 200 calon jemaah umrah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang mengalami kendala keberangkatan pada akhir Agustus 2026. Setelah melalui mediasi, keberangkatan jemaah dilakukan secara bertahap.

Persoalan kembali muncul ketika sejumlah jemaah berada di Arab Saudi dan mengalami kendala tiket kepulangan. Sebagian jemaah bahkan harus membeli tiket menggunakan uang pribadi.

Untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi, Kementerian Haji dan Umrah juga tengah mengkaji mekanisme pengamanan dana calon jemaah melalui rekening khusus yang dapat diawasi secara lebih transparan.

Gus Irfan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah dan tidak mudah tergiur dengan harga murah maupun janji keberangkatan cepat.

“Jangan sampai terperdaya oleh haji yang cepat berangkat, umrah yang murah. Hati-hati milih travelnya. Jangan sampai murah tapi tidak berangkat,” pungkas Gus Irfan.

Seperti diberitakan sebelumnya, persoalan pelayanan jamaah umrah yang melibatkan PT Anisa Ahmada Travelindo, bagian dari ITS Grup, di Kabupaten Jombang terus bergulir.

Sebanyak 82 jamaah asal Jombang masih tertahan di Arab Saudi karena belum mendapatkan kepastian tiket penerbangan untuk kembali ke Indonesia.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang, Ilham Rohim, mengungkapkan pihak manajemen ITS Grup telah menyerahkan dokumen bukti transfer dana kepada Kemenhaj Jombang.

Dana tersebut disebut telah ditransfer kepada salah satu agen penyedia tiket penerbangan yang berada di Jakarta.

Berdasarkan laporan yang diterima Kemenhaj Jombang, nilai dana yang ditransfer mencapai Rp15,6 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan tiket penerbangan pergi-pulang (PP) rombongan jamaah umrah.

Namun, meski dana tersebut disebut telah ditransfer, tiket penerbangan dari agen penyedia jasa belum diterbitkan.

“Uangnya si ITS itu sudah dikirim Rp15,6 miliar ke agen tiket. Nah, ternyata agen tersebut tidak mau mengeluarkan tiket,” kata Ilham, Kamis (17/9/2026).

Ilham mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan agen tiket belum menerbitkan dokumen penerbangan tersebut. Sebab, transaksi maupun kantor operasional agen berada di Jakarta.

“Tidak tahu apa alasannya, kenapa tidak dikeluarkan? Itu yang saya belum tahu. Karena kan itu di Jakarta,” ujarnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kepulangan jamaah umrah asal Jombang yang telah berada di Arab Saudi.

Dari total 82 jamaah terdampak, sebanyak 26 orang seharusnya telah kembali ke Indonesia pada Sabtu (12/9/2026). Namun, penerbangan mereka terlewat karena tiket kepulangan belum tersedia.

Sementara itu, sebanyak 56 jamaah lainnya dijadwalkan pulang pada Selasa (15/9/2026). Hingga kini, mereka juga masih menunggu kepastian penerbangan kembali ke Tanah Air.

“26 ditambah 56, total 82 jamaah umrah yang masih belum bisa pulang. Memang yang 56 itu jadwalnya hari ini schedule-nya pulang, tapi belum ada kabar untuk kepulangannya,” kata Ilham.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *