Daerah

Beras Fortifikasi Diduga Overclaim, Polisi Pastikan Sumo Kuning Tak Lagi Beredar di Jombang

19
×

Beras Fortifikasi Diduga Overclaim, Polisi Pastikan Sumo Kuning Tak Lagi Beredar di Jombang

Share this article
Beras Fortifikasi Diduga Overclaim, Polisi Pastikan Sumo Kuning Tak Lagi Beredar di Jombang
Polisi dan petugas Disdagrin Jombang saat melakukan sidak.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Salah satu merek beras fortifikasi yang masuk dalam daftar 25 produk terindikasi overclaim Kementerian Pertanian (Kementan) diketahui diproduksi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pangan Jombang bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko dan ritel modern, Jumat (18/9/2026) pagi.

Satreskrim Polres Jombang dan Disdagrin Jombang menyisir tiga ritel modern. Tim pertama mendatangi Superindo di Jalan KH Wahid Hasyim, kemudian Afco di Jalan KH Wahab Hasbullah, dan dilanjutkan ke Toserba Gajahmada di Jalan A Yani, Jombang.

Petugas mengecek bagian penjualan beras sekaligus memeriksa produk yang dipajang. Pengelola toko juga dimintai keterangan mengenai keberadaan beras fortifikasi yang masuk dalam daftar temuan Kementan.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jombang Ipda Heru Prastyo mengatakan, dari hasil pemantauan di sejumlah ritel modern, tidak ditemukan beras fortifikasi yang masuk daftar Kementan masih beredar.

“Tidak ada beras fortifikasi yang dirilis Kementan beredar di Kabupaten Jombang,” kata Heru.

Meski demikian, petugas mendapat informasi bahwa sejumlah ritel sebelumnya sempat menjual beras fortifikasi merek Sumo Kuning. Produk tersebut kini sudah ditarik dari peredaran.

“Informasi dari teman-teman ritel modern, beras sudah ditarik sekitar satu minggu yang lalu. Sebelum perilisan sudah ditarik,” ujarnya.

Merek Sumo menjadi perhatian karena salah satu produknya masuk dalam daftar 25 beras fortifikasi yang dirilis Kementan. Produk tersebut juga diketahui diproduksi oleh perusahaan yang berada di Kabupaten Jombang.

Heru menjelaskan, persoalan yang ditemukan Kementan berkaitan dengan ketidaksesuaian kandungan produk dengan klaim yang tercantum pada label kemasan.

“Beras fortifikasi itu kemasan dan labelnya dengan isi berasnya tidak sesuai. Kandungan vitaminnya berbeda,” jelasnya.

Polres Jombang bersama Disdagrin memastikan pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi akan terus dilakukan. Pemeriksaan tidak hanya menyasar ritel modern, tetapi juga peredaran beras fortifikasi maupun beras khusus lainnya yang memiliki ketidaksesuaian antara label dan kandungan produk.

“Polres Jombang bersama Dinas Dagrin Kabupaten Jombang akan terus melakukan pemantauan ke pasar terkait peredaran beras fortifikasi maupun beras khusus yang berlabel tidak sesuai dengan produknya,” tegas Heru.

Polisi juga mengingatkan produsen beras di Jombang agar memastikan produk yang dipasarkan sesuai dengan klaim dan informasi yang tercantum pada kemasan.

“Beras yang diproduksi harus sesuai dengan label yang ada dalam kemasan beras tersebut,” katanya.

Terkait merek Sumo, Heru menyebut Polres Jombang belum menerima pelimpahan perkara dari Kementan. Berdasarkan informasi yang diterima polisi, perkara tersebut telah dilimpahkan Kementan ke Bareskrim Polri.

“Untuk saat ini Polres Jombang belum ada pelimpahan perkara yang ada di Kementan. Informasi yang kita dapat, Kementan melimpahkan perkara itu ke Bareskrim,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Bapokting dan Sardag Disdagrin Jombang Ika Ratri Widyasanti mengatakan, sidak bersama polisi tersebut masih sebatas pemantauan. Sebab, temuan terhadap 25 merek beras tersebut masih berupa indikasi dan belum ada keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kegiatannya hanya sekadar pemantauan. Agar produk-produk yang ditarik itu sudah tidak beredar lagi di toko ritel modern,” katanya.

Disdagrin Jombang juga akan terus melakukan pemantauan sekaligus memberikan imbauan kepada ritel modern agar tidak kembali menjual produk yang masuk dalam daftar tersebut.

“Kami akan selalu melakukan pemantauan dan imbauan kepada toko ritel modern,” ujar Ika.

Khusus produk Sumo yang diketahui diproduksi di Jombang, Disdagrin bersama Satgas Pangan berencana mendatangi produsennya. Langkah tersebut dilakukan untuk melakukan pemantauan sekaligus meminta klarifikasi terkait temuan Kementan.

“Kami nanti bersama Satgas Pangan akan ke Sumo untuk melakukan pemantauan dan klarifikasi terhadap dari Kementan itu,” ucapnya.

Di Toserba Gajahmada, bagian pembelian Nur Rohim membenarkan bahwa produk Sumo Kuning sebelumnya memang dijual di toko tersebut. Namun, produk itu kini sudah tidak lagi tersedia.

“Untuk saat ini yang di Gajahmada sudah jualan Sumo Merah kemasan 3 kg sama yang 5 kg. Selebihnya sudah enggak jual lagi,” katanya.

Menurut Nur Rohim, penarikan dilakukan setelah pihak toko menerima surat dari Sumo. Produk tersebut kemudian langsung ditarik dari penjualan.

“Sudah ada surat dari Sumo. Besoknya itu langsung ditarik. Jadi memang penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Dia menyebut informasi yang diterima toko, penarikan tersebut berkaitan dengan dugaan kelebihan kandungan seng. “Memang ada kelebihan seng kalau nggak salah,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak toko akan lebih selektif dalam menerima produk beras, salah satunya dengan meminta dokumen dari distributor resmi.

“Kalau kita bisa minta surat dari distributor resminya, kalau benar-benar beras itu layak untuk dikonsumsi,” pungkas Nur Rohim.

Perlu diketahui, Kementan mengungkap hasil pemeriksaan terhadap 27 merek beras fortifikasi. Dari pemeriksaan tersebut, sebanyak 25 merek diduga tidak memenuhi standar gizi sesuai klaim yang tercantum pada label kemasan.

Beras fortifikasi semestinya mengandung sejumlah zat gizi sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Selasa (15/9/2026). Pemerintah kemudian menyatakan akan menarik produk yang masuk dalam daftar temuan dari peredaran dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *