Peristiwa

Pemilik SPPG Sukorejo 2 Enggan Beri Keterangan soal Dugaan Keracunan MBG

4
×

Pemilik SPPG Sukorejo 2 Enggan Beri Keterangan soal Dugaan Keracunan MBG

Share this article
Pemilik SPPG Sukorejo 2 Enggan Beri Keterangan soal Dugaan Keracunan MBG
Wasono Basuki atau Pak B bergegas menaiki motor saat ingin dimintai keterangan oleh awak media.(Foto:sudutkota.id/Farros)

BLORA, Sudutkota.id – Wasono Basuki alias Pak B selaku pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tunjungan Sukorejo 2 enggan memberikan keterangan kepada awak media terkait sorotan dugaan keracunan yang dialami sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Awak media mendatangi pihak SPPG untuk meminta klarifikasi mengenai kejadian tersebut, termasuk langkah yang dilakukan setelah munculnya keluhan kesehatan dari para penerima manfaat.

Namun, Wasono Basuki memilih tidak memberikan keterangan ketika hendak dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 141 orang dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi makanan MBG. Mereka terdiri dari 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, tiga siswa SMP Al Banjari, satu guru SMAN 1 Tunjungan, serta satu siswa SD IT yang merupakan anak dari guru SMAN 1 Tunjungan.

Kejadian tersebut kemudian memunculkan sorotan terhadap pengelolaan makanan di SPPG Tunjungan Sukorejo 2, termasuk persoalan bahan baku dan fasilitas pengolahan makanan.

Salah satu yang menjadi perhatian yakni tempe yang disebut berada di sekitar area kamar mandi SPPG. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa keberadaan tempe tersebut berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para penerima MBG.

Sementara itu, Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Muhammad Afif, sebelumnya mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai persoalan bahan baku tersebut.

“Saya tidak tahu untuk urusan bahan baku, mungkin tadi dari mitranya sendiri,” ujarnya.

Selain itu, pihak SPPG juga menyebut adanya kebutuhan fasilitas pendinginan makanan untuk mendukung proses pengelolaan dan penyimpanan makanan.

“Mungkin dari Dinas Kesehatan sendiri untuk fasilitas itu harus ada tempat pendinginan makanan,” katanya.

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para penerima manfaat masih belum dapat dipastikan. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pemilik SPPG, Wasono Basuki, belum mendapatkan keterangan. Sudutkota.id tetap membuka ruang klarifikasi apabila pihak SPPG memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *