Daerah

Gus Salam Ungkap Dugaan Intimidasi dan Pemukulan di Tengah Muktamar NU ke-35

10
×

Gus Salam Ungkap Dugaan Intimidasi dan Pemukulan di Tengah Muktamar NU ke-35

Share this article
Gus Salam Ungkap Dugaan Intimidasi dan Pemukulan di Tengah Muktamar NU ke-35
KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) calon Ketum PBNU yang menggelar pers conference.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Kondisi Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memanas menjelang pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dinamika tersebut terjadi di tengah pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU, apakah melalui Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) atau pemungutan suara (voting).

Calon Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengungkap adanya dugaan intimidasi hingga kekerasan terhadap sejumlah muktamirin dalam pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Menurut Gus Salam, para muktamirin dari PCNU, PWNU se-Indonesia hingga perwakilan PCNU dari luar negeri yang seharusnya merasa aman dan nyaman untuk bermusyawarah justru mengalami tekanan secara fisik maupun mental.

“Akibat tekanan konflik tajam PBNU di daerah Muktamar, terdapat intimidasi struktural atas nama kuasa PBNU, kepanitiaan dan atau pejabat negara terjadi masif di Muktamar,” kata Gus Salam kepada sejumlah jurnalis, Sabtu (29/8/2026).

Ia juga menyoroti dugaan karantina yang dilakukan oleh oknum tertentu terhadap muktamirin. Menurutnya, kondisi tersebut telah menimbulkan luka hingga trauma psikologis.

“Karantina yang disertai dengan berbagai upaya-upaya yang tidak baik, yang dilakukan secara struktural dan berlebihan, tidak hanya menciptakan luka tapi juga membuat trauma dan juga membebani psikologis. Dan ini juga diketahui dan dirasakan oleh para masyayikh,” ujarnya.

Gus Salam mengatakan, pihaknya juga menerima berbagai keluhan dan keresahan dari para masyayikh terkait dinamika yang terjadi dalam Muktamar NU ke-35.

“Saya Abdussalam Shohib dalam muktamar ini tidak hanya diperintah masyayikh, kiai sepuh NU pesantren untuk berikhtiar menjadi pemimpin PBNU dengan cara santun dan beradab, juga berbenah untuk misi mengembalikan marwah NU, ulama serta melakukan rekonsiliasi total dalam khidmah berjamaah NU dan ber-NKRI,” paparnya.

Selain dugaan intimidasi, Gus Salam juga mengungkap adanya dugaan kekerasan fisik terhadap salah satu pengurus PCNU oleh oknum PWNU.

Ia menyebut korban telah melaporkan dugaan pemukulan tersebut ke Polres Jombang.

“Ada salah satu teman kami dari daerah yang itu mengalami kekerasan oleh PWNU-nya, dan juga sudah dilaporkan ke polisi, Polres Jombang,” kata Gus Salam.

Menurut dia, dugaan pemukulan tersebut terjadi karena pengurus PCNU yang bersangkutan tidak mengikuti arahan PWNU untuk mendukung mekanisme Ahwa. “Sebabnya karena mereka tidak mengikuti arahan Ahwa oleh PWNU-nya,” ujarnya.

Gus Salam mengatakan, korban telah menjalani pemeriksaan medis dan visum setelah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

“Tadi malam datang ke sini, dan ini tadi sudah visum. Dan kejadian ini patut dikecam. Ada kekerasan di tengah-tengah muktamar ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Saat ditanya mengenai bentuk kekerasan yang dialami korban, Gus Salam menyebut pengurus PCNU tersebut diduga dipukul oleh oknum PWNU.

“Dipukuli, itu pengurus PC, dan kejadiannya di Jombang. Untuk detailnya siapa dan dari mana kami belum bisa menjelaskan ke publik, tapi yang jelas ini sudah dilaporkan ke polisi,” tuturnya.

Gus Salam mengatakan, sejauh ini baru satu orang yang melaporkan dugaan kekerasan tersebut kepada pihaknya. Namun, ia mengklaim keresahan yang dialami muktamirin, termasuk terkait dugaan karantina, terjadi cukup masif.

“Sementara masih satu yang melapor ke kami, tapi bahwa keresahan-keresahan yang dialami oleh muktamirin, termasuk karantina di sana-sini itu terjadi cukup masif,” ujarnya.

Ia menyebut korban mengalami pemukulan pada bagian wajah sebelah kiri. “Di pukul di wajah bagian kiri,” pungkas Gus Salam.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Saputra dikonfirmasi mengenai laporan dugaan pemukulan tersebut.

Magribi mengaku masih melakukan pengecekan terkait laporan yang disebut telah masuk ke kepolisian. “Saya cek dulu, Pak,” kata Magribi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *