Daerah

Ndhalem KH Wahab Chasbullah Jadi Lokasi Sidang Ahwa Muktamar Ke-35 NU

21
×

Ndhalem KH Wahab Chasbullah Jadi Lokasi Sidang Ahwa Muktamar Ke-35 NU

Share this article
Ndhalem KH Wahab Chasbullah Jadi Lokasi Sidang Ahwa Muktamar Ke-35 NU
Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah lokasi sidang Ahwa.(Foto:sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, bakal menjadi lokasi sidang Ahlul Halli Wal Aqli (Ahwa) dalam rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Pemilihan Ndhalem Kasepuhan sebagai lokasi sidang Ahwa Muktamar Ke-35 NU bukan sekadar pertimbangan teknis. Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU ingin menghadirkan kembali spirit perjuangan dan keteladanan KH Wahab Chasbullah, salah satu tokoh penting dalam sejarah NU sekaligus pahlawan nasional.

Bangunan berarsitektur khas tersebut berada di pusat kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dan berdampingan dengan Masjid Jami’ Bahrul Ulum.

Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU, KH Abdurrozaq, mengatakan pemilihan Ndhalem Kasepuhan memiliki makna historis dan spiritual yang kuat.

“Kami ingin memunculkan kembali semangat dan keteladanan Mbah Wahab,” tutur Gus Rozaq, sapaan karib Pengasuh Ribath Al Muhajirin 1 Bahrul Ulum, Minggu (23/8/2026).

Menurut Gus Rozaq, KH Wahab Chasbullah merupakan ulama yang tidak pernah mengenal lelah dalam berkhidmat kepada agama dan bangsa. Semangat perjuangan tersebut dinilai relevan untuk menjadi inspirasi bagi para kiai yang akan mengikuti sidang Ahwa.

“Beliau adalah sosok pahlawan nasional dan penggerak utama NU yang dikenal pantang menyerah, tiada kata uzur untuk berjuang membela agama dan bangsa,” lanjut Ketua MWC NU Kecamatan Jombang itu.

Penempatan sidang Ahwa di Ndhalem Kasepuhan diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih khidmat bagi sembilan kiai khos yang akan bermusyawarah menentukan arah kepemimpinan jam’iyah NU.

“Kami harapkan dengan ditempatkannya Ahwa di Ndhalem Mbah Wahab, spirit keteladanan perjuangan beliau betul-betul meresap,” ungkap Gus Rozaq.

Selain nilai sejarah, kedekatan Ndhalem Kasepuhan dengan Masjid Jami’ Bahrul Ulum juga dinilai memberikan suasana spiritual yang kuat. Kondisi tersebut diharapkan mendukung proses musyawarah para kiai sepuh.

“Nilai kesakralannya jauh lebih terasa, membawa aura keteladanan dari sang pahlawan penggerak NU,” tambah KH Abdurrozaq.

Panitia Lokal Muktamar Ke-35 NU juga memastikan aspek kenyamanan menjadi perhatian utama dalam persiapan lokasi sidang Ahwa.

Gus Rozaq mengatakan Ndhalem Kasepuhan berada di lokasi yang strategis karena terletak di tengah atau jantung kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

“Faktor kenyamanan menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas,” jelasnya.

Penataan interior ruangan dan fasilitas pendukung juga telah disiapkan. Salah satunya penyediaan pendingin udara (AC) agar sembilan kiai khos anggota Ahwa dapat menjalankan musyawarah dengan nyaman dan khidmat.

Dengan dipilihnya Ndhalem Kasepuhan KH Wahab Chasbullah sebagai lokasi sidang Ahwa, rangkaian Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga membawa pesan sejarah tentang perjuangan dan keteladanan pendiri serta penggerak NU.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *