Daerah

Kisah Amelia, Pekerja Migran Mengurus Medical Check Up saat Ombudsman Turun ke Jember

21
×

Kisah Amelia, Pekerja Migran Mengurus Medical Check Up saat Ombudsman Turun ke Jember

Share this article
Kisah Amelia, Pekerja Migran Mengurus Medical Check Up saat Ombudsman Turun ke Jember
Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Rahmadi Indra Tektona (berkalung bunga) didampingi plt Dirut RSD Dr Soebandi bertemu Amelia, CPMI asal Jember (kanan) yang dapat kemudahan mengurus MCU di Jember.(Foto:sudutkota.id/wnp)

Sudutkota.id – Raut wajah bahagia terlihat dari wajah Amelia, perempuan asal Kelurahan Patrang. Amelia yang datang bersama anaknya ini merupakan calon pekerja buruh migran (CPMI) yang akan bekerja di Singapura untuk sekian kalinya.

Untuk itu, dia berusaha melengkapi berbagai persyaratan, termasuk kelengkapan medical check UP (MCU) sebagai syaratnya bekerja.

Namun kini, dia tidak perlu repot-repot medical check up di lain tempat dengan biaya cukup mahal. Ini lantaran berkat gebrakan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE, MSc, untuk keperluan medical check up khusus CPMI salah satunya bisa dilakukan di RSD dr Soebandi.

Kemudahan layanan ini juga sempat disampaikan dirinya saat bertemu Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Rahmadi Indra Tektona saat memantau langsung layanan publik di RSD dr Soebandi, Rabu, (5/8/2026).

Saat meninjau pengawasan layanan kesehatan, Rahmadi didampingi didampingi Plt Direktur Umum RSD dr Soebandi beserta jajarannya, termasuk SKPD terkait.

Kisah Amelia, Pekerja Migran Mengurus Medical Check Up saat Ombudsman Turun ke Jember
Rahmadi Indra Tektona saat memantau langsung layanan publik di RSD dr Soebandi.(Foto:sudutkota.id/wnp)

Memang saat bertemu Ombudsman, terlihat raut wajah ceria Amelia. bagaimana tidak gembira. Selain tidak perlu jauh-jauh mengurus medical check up, prosesnya juga cepat dan biayanya murah.

“Perasaannya ya senang. Yang awalnya tidak ada program ini, sekarang ada. Biayanya cuma Rp 450 Ribu,” tuturnya. Bila di tempat lain, kata Amelia, biayanya bisa jutaan. Dia sempat menceritakan saat dirinya mengurus MCU di tempat lain harganya bisa jutaan rupiah.

“Lima tahun lalu saja saya ngurus sedikit Rp 800 Ribuan. Kalau sekarang bisa jutaan,” ujarnya. Maka dari itulah, Amelia mengucapkan terima kasih atas layanan yang diberikan.

Amelia mengatakan, sebelumnya, biaya mengurus medical check up dipotong dari gaji oleh perusahaan yang mempekerjakannya. “Tapi sekarang bisa mengurus sendiri dan murah,” tegasnya.

Amelia juga sempat menyatakan harapannya kepada Bupati Fawait. Dia berharap program-progam khusus untuk pekerja migran (CMI), semakin dipermudah.

“Ke depannya, kalau bisa gratis . Kita kan devisa terbaik,” ujarnya lalu tersenyum berharap.

Sementara itu, terkait layanan MCU untuk CPMI, Kepala Instalasi Paviliun dan Eksekutif Platinum RSD dr Soebandi, dr Anna Widyasari MKe menyatakan animo CPMI yang mengurus medical check up cukup banyak.

“Kalau kunjungan di RSD dr Soebandi, kunjungan CPMI antara 10 sampai 20 orang per bulan,” ujarnya. Terkait lamanya proses medical check up untuk CPM, dipastikan cepat selesai.

“Tergantung dari item permintaan dari masing-masing negara. Jika lengkap maksimal dua hari selesai, mulai dari pemeriksaan hingga hasil keluar dua hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Rahmadi Indra Tektona menjelaskan kedatangannya ke Jember kali ini melakukan peninjauan dan pengawasan sesuai tugas ombudsman agar pelayanan benar-benar berjalan sesuai standar.

“Sesuai tugas pokok dan fungsi, saya melihat bagaimana pelayanan publik yang ada di Jember,” ujarnya. Terlebih sudah ada SKB tiga menteri terkait Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP).

Untuk memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik, Rahmadi terlihat sempat blusukan meninjau satu beberapa ruangan pasien. Termasuk berinteraksi dan menanyakan langsung terkait layanan kesehatan di RSD dr Soebandi kepada pasien.

Yang sempat membuat dirinya bangga, ternyata semua pasien yang ditemui tidak lagi memikirkan soal biaya rumah sakit karena semua warga Jember telah tercover dalam program Universal Health Care (UHC).

“Harapan kita program ini bisa bertahan dan selalu terjaga untuk kebahagiaan dan kemanfaatan masyarakat Jember,” tutupnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *