Sudutkota.id – Plt. Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja sama untuk menghadapi tantangan sosial di era digital.
Salah satunya fenomena “masyarakat sumbu pendek” yang mudah terpancing emosi dan minim verifikasi informasi.
Ajakan itu disampaikan Emil saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia atau PGLII di Hotel Novotel Samator Surabaya, Jumat (24/7/2026).
Emil mengapresiasi kontribusi PGLII selama lebih dari lima dekade dalam menjaga kebangsaan, toleransi, dan harmoni sosial di Jatim.
“Usia 55 tahun ini bukti kematangan organisasi. PGLII sudah lama hadir dan menyatu dengan masyarakat Jatim. Kolaborasi strategis antara Pemprov Jatim dan PGLII harapannya terus berkembang untuk kepentingan masyarakat,” kata Emil.
Ia menyebut PGLII memiliki jaringan luas dan selama ini menjadi mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam arahannya, Emil menyoroti kompleksitas tantangan di era digital. Salah satunya munculnya perilaku masyarakat yang reaktif dan cepat menyimpulkan tanpa memahami konteks utuh.
“Arus informasi di media sosial yang serba cepat membuat orang mudah tersinggung sebelum melihat peristiwa secara keseluruhan. Bahkan menuntut setiap orang harus sempurna, padahal kondisi mental dan fisik manusia tidak selalu stabil,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan potensi “cognitive debt” atau utang kognitif. Yaitu kebiasaan malas berpikir kritis dan terlalu bergantung pada AI serta algoritma media sosial.
“Algoritma dirancang memperkuat apa yang kita suka. Tanpa sadar kita terjebak dalam gelembung informasi yang memicu fanatisme sempit dan menutup ruang pandangan berbeda. Ini harus kita lawan bersama,” tegas Emil.
Emil berharap anggota dan pengurus PGLII bisa menjadi penebar kebaikan dan agen toleransi, baik di dunia nyata maupun di media sosial.
“Perlu peran nyata membentengi masyarakat dari dampak negatif perkembangan teknologi. Jaga konsistensi sikap santun di forum keagamaan dan di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk terus bersinergi dengan PGLII dalam program kemasyarakatan.
“Terutama untuk generasi muda. Ajak mereka menjadi netizen yang bijak, baik saat bersama PGLII maupun di luar. Jatim harus terus menjadi oase nilai toleransi dan kemanusiaan,” pungkasnya.
Turut hadir Ketua Umum PP PGLII Pdt. Tommy O. Lengkong, Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto, serta jajaran pengurus wilayah PGLII Jatim.




















