Sudutkota.id – Upaya Pemprov Jawa Timur menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau kembali dilakukan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Pasar Murah ke-84 yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Rabu (22/7/2026).
Sejak pagi warga sudah memadati lokasi. Mereka berburu komoditas pokok dengan harga subsidi yang jauh lebih rendah dari harga pasaran.
Khofifah menyebut kegiatan ini adalah langkah nyata Pemprov Jatim dalam melakukan intervensi harga, mengendalikan inflasi, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Tiap Selasa ada rapat bersama Mendagri membahas inflasi. Karena itu kita terus bergerak ke daerah-daerah untuk memperluas jangkauan. Lewat pasar murah, daya beli masyarakat kita jaga dan potensi kenaikan harga bisa kita tekan,” ujar Khofifah.
Dalam Pasar Murah kali ini Pemprov menyediakan 10 komoditas utama dengan harga khusus. Di antaranya:
Beras premium: Rp14.000/kg
Beras medium: Rp11.000/kg
Minyak goreng: Rp13.000/liter
Telur ayam ras: Rp20.000/pack
Tepung terigu: Rp10.000/kg
Gula pasir: Rp14.000/kg
Bawang putih: Rp6.000/250 gram
Bawang merah: Rp6.000/250 gram
Paket cabai: Rp5.000/200 gram
Daging ayam ras: Rp32.000/kg
Jika dibandingkan harga pasar Pamekasan, selisihnya cukup besar. Harga ayam di pasaran Rp39.000 – Rp40.000/kg, di pasar murah hanya Rp32.000/kg. MinyaKita yang biasanya Rp16.000/liter dijual Rp13.000/liter. Gula yang rata-rata Rp17.500/kg, di sini Rp14.000/kg.
“Intinya pasar murah ini memperluas akses. Semakin mudah dijangkau, maka stabilitas harga akan semakin terjaga,” tambah Khofifah.
Pasar Murah tidak hanya menjual bahan pokok. Pemprov juga menggandeng pelaku UMKM untuk ikut berjualan. Tujuannya dua: bantu perputaran ekonomi warga dan dorong produk lokal naik kelas.
Menurut Khofifah, UMKM yang ikut selalu dikurasi. Produk yang punya potensi akan dites langsung, lalu masuk pembinaan dari Disperindag dan Dinas Koperasi UKM.
“Ini proses sederhana tapi penting. Kita lihat, kita cicipi, kita pilih. Nanti yang lolos akan didampingi dan dibawa ke misi dagang. Baik di dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.
Ia menegaskan, kehadiran UMKM di setiap titik pasar murah adalah strategi agar usaha mikro kecil bisa berkembang dan punya daya saing lebih luas.
Khofifah berharap Pasar Murah yang terus digelar di berbagai kabupaten/kota bisa memberi dampak ganda. Pertama, menekan gejolak harga bahan pokok. Kedua, memperkuat ekosistem ekonomi daerah melalui UMKM.
“Dengan distribusi pangan yang mudah diakses, kita bisa jaga ketersediaan barang dan menekan inflasi. Sekaligus ketahanan ekonomi masyarakat tetap kuat di tengah dinamika,” pungkasnya.
Program Pasar Murah ini menjadi salah satu instrumen utama Pemprov Jatim dalam meredam inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.




















