Daerah

Tinjau SRT Sampang, Khofifah: Fasilitas Lengkap dan Terluas di Indonesia, Gratis untuk Anak Desil 1-2

18
×

Tinjau SRT Sampang, Khofifah: Fasilitas Lengkap dan Terluas di Indonesia, Gratis untuk Anak Desil 1-2

Share this article
Tinjau SRT Sampang, Khofifah: Fasilitas Lengkap dan Terluas di Indonesia, Gratis untuk Anak Desil 1-2
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat tinjau Sekolah Rakyat di Sampang.(foto:sudutkota.id/Humas Pemprov Jatim)

Sudutkota.id – Komitmen Pemprov Jawa Timur menghadirkan pendidikan gratis berkualitas kembali ditegaskan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan kunjungan kerja ke lokasi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Sampang, Selasa (21/7/2026).

Sekolah yang berlokasi di Jalan Batokarang, Kecamatan Camplong itu disebut Khofifah sebagai proyek strategis untuk mencetak generasi unggul sekaligus memutus rantai kemiskinan.

“SRT hadir sebagai jawaban untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu desil 1 dan 2. Dengan pendidikan yang layak, harapannya mereka bisa meraih cita-cita dan membawa kebahagiaan bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Khofifah.

Luas lahan pembangunan mencapai 8,4 hektare. Jika dihitung dengan seluruh kawasan penunjang, totalnya 12 hektare. Dengan luasan tersebut, SRT Sampang menjadi kawasan Sekolah Rakyat terluas di Indonesia.

Keunikan lainnya, satu kawasan ini menaungi tiga jenjang sekaligus. Mulai SD, SMP, hingga SMA. Semua layanan pendidikan diberikan tanpa biaya.

Hasil peninjauan menunjukkan kesiapan infrastruktur yang matang. Deretan fasilitas yang tersedia antara lain asrama, kelas berbasis digital, laboratorium terpadu, gedung serbaguna, dan tempat ibadah.

Untuk penunjang non-akademik, tersedia lapangan sepak bola, lapangan basket, lapangan voli, serta lintasan jogging dengan permukaan karet. Khofifah bahkan sempat menjajal langsung jogging track tersebut.

“Fasilitasnya sangat representatif. Ada asrama, ruang belajar, masjid, dan area olahraga yang luar biasa,” ungkapnya.

Pemprov Jatim tidak hanya fokus pada nilai akademik. Konsep pesantren akan diterapkan untuk memperkuat karakter dan spiritual siswa.

Melalui Dinas Sosial, Pemprov akan menugaskan guru ngaji. Siswa juga didorong memanfaatkan waktu senggang untuk menghafal Al-Qur’an dan kegiatan pembinaan diri lainnya.

“Anak-anak perlu ruang untuk belajar, berolahraga, dan juga memperkuat akhlak lewat kegiatan keagamaan,” jelas Khofifah.

Tahun ajaran 2026/2027, SRT Sampang akan menerima 224 siswa baru. Rinciannya 27 siswa SD, 108 siswa SMP, dan 89 siswa SMA.

Sekolah ini juga membuka akses bagi daerah sekitar Madura Raya lewat sistem titipan. Dari Pamekasan ada 30 siswa SMP. Dari Bangkalan 16 siswa SD dan 30 SMP. Dari Sumenep 3 siswa SD dan 30 SMP.

Penjaringan dilakukan bersama pendamping PKH, TKSK, dan relawan sosial agar penerima benar-benar dari keluarga desil 1 dan desil 2.

Untuk kebutuhan SDM, kepala sekolah sudah terpenuhi. Perekrutan guru masih berjalan. Guru SMA dikoordinasi Dinas Pendidikan Provinsi, sementara guru SD-SMP oleh Pemkab Sampang.

Program SRT merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Sebelumnya program rintisan sudah berjalan di Ponorogo dan Banyuwangi. Ke depan ditargetkan ada 18 SRT permanen di Jatim.

Pembangunan saat ini dikebut kerja 3 shift. Ditargetkan 4 hari ke depan seluruhnya selesai 100 persen.

MPLS serentak untuk SRT baru akan dimulai 31 Juli 2026. Beberapa lokasi seperti Ponorogo, Madiun, Kota dan Kabupaten Kediri sudah lebih dulu melaksanakan MPLS pada 14 Juli lalu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *