Sudutkota.id – Usai dibuka resmi oleh Plh. Sekdaprov Jatim, rangkaian Gelar Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Jawa Timur 2026 di Pantai Pancer Door, Pacitan langsung dilanjutkan dengan simulasi lapangan.
Ratusan personel BPBD dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur diterjunkan untuk menguji kesiapan peralatan dan kecepatan koordinasi saat kondisi darurat.
Dalam simulasi ini, peserta dibagi ke beberapa pos. Mulai dari pos komando, pos logistik, pos dapur umum, hingga pos pelayanan kesehatan.
Setiap tim diuji untuk mendirikan tenda darurat, menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki, dan mengevakuasi korban. Waktu jadi tolok ukur utama.
“Ini bukan sekadar apel. Tapi bagaimana kita memastikan saat perintah turun, semua bergerak dalam hitungan menit,” kata Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto di lokasi pada Selasa (21/7/2026).
Beragam peralatan milik BPBD kabupaten/kota dipamerkan dan diuji langsung. Ada perahu karet, pompa air, genset, tenda pengungsi, hingga peralatan komunikasi radio.
Deputi Logistik BNPB, Andi Eviana yang meninjau langsung menyebut, uji fungsi penting agar saat bencana tidak ada alat yang “ngadat”.
“Kalau pas kejadian baru ketahuan rusak, itu fatal. Makanya harus dicek sekarang,” ujarnya.
Deputi Kemenko PMK, Lilik Kurniawan menambahkan, skenario simulasi tahun ini memang dibuat lintas daerah. Tujuannya melatih BPBD kota/kabupaten untuk saling backup saat bencana besar.
Contohnya, jika satu daerah terdampak banjir dan logistiknya habis, daerah tetangga wajib siap kirim bantuan dalam 6 jam pertama.
“Ini yang kita latih. Jangan sampai ego sektoral. Bencana tidak kenal batas wilayah,” tegas Lilik.
Di sela simulasi, BPBD Jatim juga membuka stand edukasi kebencanaan untuk warga Pacitan. Ada pelatihan mitigasi gempa, cara evakuasi tsunami, dan penggunaan alat pemadam api ringan.
Warga yang hadir juga diajak simulasi jalur evakuasi menuju titik aman di Pantai Pancer Door.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji berharap kegiatan ini menular ke desa-desa. “Masyarakat harus tahu mau lari kemana kalau sirine berbunyi,” ucapnya.
Plh. Sekdaprov, Bobby Soemiarsono berharap dari gelar ini lahir SOP baru yang lebih cepat dan efisien. Target Pemprov, indeks ketangguhan bencana Jatim naik di 2026.
“Alat lengkap, personel terlatih, masyarakat paham. Tiga itu kalau jalan bareng, kita bisa minimalkan korban,” tutup Bobby.
Gelar Peralatan 2026 di Pacitan dijadwalkan berlangsung selama 3 hari ke depan.
Dengan adanya simulasi ini, diharapkan seluruh BPBD se-Jatim punya standar yang sama dalam merespon bencana. Baik dari sisi peralatan, logistik, maupun koordinasi.




















