Nasional

Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu Nasional di Malang, Tegaskan Swasembada Gula dan Energi Jadi Prioritas

6
×

Prabowo Pimpin Panen Raya Tebu Nasional di Malang, Tegaskan Swasembada Gula dan Energi Jadi Prioritas

Share this article
Presiden RI Prabowo Subianto menyapa dan berjabat tangan dengan para petani saat meninjau Panen Raya Tebu Terintegrasi Nasional di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Panen Raya Tebu Terintegrasi Nasional di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 800 peserta ini menjadi tonggak penguatan program swasembada pangan sekaligus langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi berbasis bioetanol.

Presiden tiba di Lanud Abdulrachman Saleh sekitar pukul 14.47 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ A-001. Kedatangannya disambut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala BIN M. Herindra, serta Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Hadir pula Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, para kepala staf angkatan, gubernur, kepala daerah, dan ratusan petani tebu dari berbagai wilayah Jawa Timur.

Sebelum menghadiri acara utama, Presiden meninjau stan pameran pertanian, melihat proses panen tebu menggunakan mekanisasi modern, serta menyempatkan diri berdialog dan berjabat tangan dengan para petani. Kehadiran Presiden disambut antusias masyarakat yang memenuhi area panen.

Dalam laporannya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa TNI terus mengoptimalkan pendampingan sektor pertanian sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional. TNI AU mendampingi pengembangan tebu di lahan Lanud Abdulrachman Saleh seluas sekitar 800 hektare, TNI AD mengawal peningkatan produksi padi, sedangkan TNI AL fokus pada pengembangan komoditas kedelai.

Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi terselenggaranya Panen Raya Tebu Terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di Indonesia.

“Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya Tebu Terintegrasi secara serentak di 43 titik. Ini menunjukkan semangat persatuan dan gotong royong seluruh komponen bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan sektor pertanian hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur bangsa bekerja bersama. Karena itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan petani.

Prabowo juga menegaskan bahwa peran TNI dan Polri saat ini tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi harus hadir secara nyata membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan.

“TNI dan Polri harus selalu berada di tengah-tengah rakyat. Kalau rakyat mengalami kesulitan, TNI dan Polri harus hadir membantu mengatasinya. Mereka bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi rakyat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengungkapkan pemerintah kini memprioritaskan peremajaan perkebunan tebu nasional yang selama lebih dari satu dekade belum berjalan optimal.

“Sudah sekitar 12 tahun tidak ada peremajaan tebu secara serius. Sekarang kita mulai program peremajaan 100 ribu hektare yang akan diselesaikan dalam empat tahun agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula dan energi dari kekuatan sendiri,” katanya.

Menurut Prabowo, peningkatan produksi tebu tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gula nasional, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan industri bioetanol sebagai energi terbarukan.

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah telah berhasil mengembangkan biodiesel B50 dan kini melangkah menuju penggunaan bioetanol melalui campuran bensin E10 hingga E20.

“Kita sudah berhasil menghasilkan B50. Mulai bulan Juli ini Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Berikutnya kita akan mengembangkan bensin campuran bioetanol E10 hingga E20 sebagai bagian dari kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Prabowo optimistis Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk menjadi negara yang mandiri di sektor pangan maupun energi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa terus menjaga persatuan dan bekerja keras demi kepentingan rakyat.

Di hadapan ribuan peserta, Presiden juga menyampaikan peringatan keras terhadap berbagai praktik ilegal yang merugikan negara.

“Kita tidak akan mentoleransi siapa pun yang menyalahgunakan jabatan atau mencuri uang rakyat. Tambang ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, maupun praktik-praktik yang merugikan negara akan terus kita tertibkan. Kekayaan bangsa harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia,” tandasnya.

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh komponen bangsa bersatu membangun Indonesia yang lebih kuat dan mandiri.

“Mari kita bersatu untuk rakyat, bersatu untuk anak cucu kita, dan mengelola seluruh kekayaan bangsa agar benar-benar bermanfaat bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden.

Usai sambutan, Presiden bersama Menteri Pertanian, Menko Bidang Pangan, Panglima TNI, Kapolri, serta para Kepala Staf Angkatan menekan sirene sebagai tanda dimulainya Panen Raya Tebu Terintegrasi Nasional.

Sekitar pukul 18.07 WIB, Presiden meninggalkan lokasi menuju Lanud Abdulrachman Saleh sebelum bertolak kembali ke Jakarta. Seluruh rangkaian kunjungan kerja berlangsung aman, tertib, dan lancar di bawah pengamanan gabungan TNI, Polri, serta unsur terkait.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *