Sudutkota.id – Penantian warga Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, terhadap rampungnya pembangunan Jembatan Sonokembang segera berakhir. Setelah berbulan-bulan menjalani aktivitas dengan memanfaatkan Jembatan Bailey sebagai akses sementara, kini proyek pembangunan jembatan permanen memasuki tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) menjadwalkan penutupan total akses Jembatan Sonokembang pada 9 hingga 16 Juli 2026. Penutupan dilakukan untuk membongkar Jembatan Bailey yang selama ini menjadi jalur darurat selama proses pembangunan berlangsung.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djuarianto, menjelaskan pembongkaran Jembatan Bailey menjadi tahapan terakhir sebelum jembatan permanen dapat difungsikan secara penuh.
“Pembongkaran Jembatan Bailey merupakan bagian akhir dari proses pembangunan Jembatan Sonokembang. Selama pekerjaan berlangsung, akses harus ditutup sementara demi menjamin keselamatan pekerja maupun pengguna jalan. Setelah seluruh tahapan selesai, jembatan permanen akan segera dibuka untuk masyarakat,” ujar Dandung, Sabtu (4/7).
Selama delapan hari penutupan, masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengendara juga diimbau mematuhi rambu-rambu lalu lintas serta arahan petugas agar arus kendaraan tetap lancar dan aman.
Rampungnya pembangunan Jembatan Sonokembang menjadi kabar baik bagi warga karena akses penghubung di kawasan Pandanwangi tersebut akan kembali normal dengan kualitas infrastruktur yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
Sebagai informasi, jembatan lama mengalami kerusakan parah pada 10 Oktober 2025 setelah pondasinya tergerus derasnya aliran sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi itu memaksa Pemerintah Kota Malang memasang Jembatan Bailey agar mobilitas masyarakat tetap berjalan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen.
Melalui alokasi APBD Kota Malang sekitar Rp5,2 miliar, pemerintah membangun konstruksi baru menggunakan sistem beton pracetak (precast) yang lebih kuat, tahan lama, dan mampu menopang beban kendaraan secara lebih optimal.
Tak hanya mengganti struktur lama, proyek ini juga menghadirkan sejumlah peningkatan. Lebar jembatan diperluas menjadi sekitar 9 meter dengan panjang mencapai 20 meter, sehingga kapasitas lalu lintas meningkat. Elevasi jembatan juga dinaikkan sekitar satu meter untuk menyesuaikan kontur jalan sekaligus mengurangi risiko terdampak luapan sungai saat debit air meningkat.
Di sisi kanan dan kiri jembatan turut dibangun trotoar baru sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Kehadiran trotoar ini diharapkan mampu meningkatkan aspek keselamatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.
Dandung menegaskan pihaknya menargetkan pembongkaran Jembatan Bailey selesai sesuai jadwal sehingga Jembatan Sonokembang dapat segera dioperasikan tanpa penundaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung. Kami berharap masyarakat mendukung penyelesaian proyek ini dengan menggunakan jalur alternatif dan mematuhi pengaturan lalu lintas. Setelah selesai, masyarakat akan menikmati jembatan yang lebih aman, lebih nyaman, dan lebih representatif,” pungkasnya.
Dengan masuknya proyek pada tahap akhir, pembangunan Jembatan Sonokembang menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat infrastruktur dasar yang menunjang mobilitas warga. Setelah resmi dibuka kembali usai 16 Juli 2026, jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah di Kecamatan Blimbing sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.




















