Gaya Hidup

Dinkes Kota Malang Peringatkan Bahaya Sakit Gigi, Infeksi Bisa Menyebar dan Ganggu Kesehatan Tubuh

3
×

Dinkes Kota Malang Peringatkan Bahaya Sakit Gigi, Infeksi Bisa Menyebar dan Ganggu Kesehatan Tubuh

Share this article
Dinkes Kota Malang Peringatkan Bahaya Sakit Gigi, Infeksi Bisa Menyebar dan Ganggu Kesehatan Tubuh
Ilustrasi seorang warga mengalami sakit gigi akibat infeksi pada gigi berlubang.

Sudutkota.id – Sakit gigi masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang sering dialami masyarakat. Namun di balik rasa nyeri yang kerap dianggap sepele, terdapat risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengingatkan bahwa sakit gigi yang tidak segera ditangani dapat memicu infeksi serius hingga menurunkan kualitas hidup penderitanya.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut masih perlu terus ditingkatkan, mengingat kesehatan gigi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.

“Sakit gigi bukan hanya persoalan rasa nyeri. Jika dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat, dampaknya bisa lebih luas dan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujar dr. Husnul.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus sakit gigi berawal dari gigi berlubang, penumpukan plak, infeksi gusi, hingga kurangnya kebiasaan menjaga kebersihan mulut. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih serius apabila tidak mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan edukasi yang disampaikan Dinkes Kota Malang melalui infografis kesehatan, terdapat sejumlah dampak yang dapat muncul akibat sakit gigi berkepanjangan.

Dampak pertama adalah terjadinya infeksi pada gigi maupun jaringan gusi. Infeksi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan pembengkakan, terbentuknya abses atau kantong nanah, serta kerusakan jaringan di sekitar gigi.

Dalam beberapa kasus, infeksi yang semakin parah dapat mengakibatkan kerusakan tulang penyangga gigi sehingga meningkatkan risiko kehilangan gigi. Kondisi ini tentu akan berdampak pada fungsi mengunyah dan kesehatan mulut secara umum.

Rasa nyeri akibat sakit gigi sering kali membuat penderita kesulitan menjalankan aktivitas normal. Keluhan tersebut dapat mengganggu waktu istirahat, menurunkan nafsu makan, serta menghambat kemampuan berbicara dengan nyaman.

“Banyak pasien yang datang ketika kondisi sudah cukup parah karena sebelumnya menganggap sakit gigi akan sembuh sendiri. Padahal rasa nyeri yang terus berlangsung dapat memengaruhi produktivitas dan aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Dinkes Kota Malang juga mengingatkan bahwa infeksi pada gigi tidak selalu berhenti di rongga mulut. Pada kondisi tertentu, bakteri penyebab infeksi dapat menyebar ke jaringan wajah, rahang, leher, bahkan organ tubuh lainnya.

Meski kasus seperti ini tidak terjadi pada semua penderita, risiko tersebut menjadi alasan penting mengapa keluhan sakit gigi tidak boleh dianggap remeh. Penanganan sejak dini dinilai menjadi langkah terbaik untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Sakit gigi yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat berdampak pada kondisi fisik dan psikologis seseorang. Rasa nyeri yang terus-menerus berpotensi memicu stres, gangguan konsentrasi, mudah lelah, hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tidak sedikit penderita yang mengalami gangguan tidur akibat nyeri gigi, sehingga berpengaruh terhadap kebugaran tubuh dan performa kerja maupun belajar.

Untuk mencegah berbagai masalah kesehatan gigi dan mulut, Dinkes Kota Malang mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat serta menjaga kebersihan rongga mulut secara konsisten.

Beberapa langkah sederhana yang dianjurkan antara lain:
Menyikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride.

Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula yang dapat memicu kerusakan gigi.

Membersihkan sela-sela gigi secara rutin menggunakan benang gigi atau alat pembersih yang sesuai.

Melakukan pemeriksaan kesehatan gigi secara berkala setiap enam bulan sekali.

Segera berkonsultasi ke dokter gigi apabila muncul keluhan seperti nyeri, pembengkakan, gusi berdarah, atau gigi berlubang.

Menurut dr. Husnul, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting karena tidak semua gangguan gigi menimbulkan gejala pada tahap awal. Dengan deteksi dini, kerusakan gigi dapat ditangani lebih cepat sehingga mencegah munculnya komplikasi yang lebih berat.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut. Jangan menunggu sampai rasa sakit menjadi berat atau infeksi meluas. Pemeriksaan dan penanganan sejak dini merupakan investasi kesehatan jangka panjang,” tegasnya.

Melalui edukasi yang terus dilakukan, Dinkes Kota Malang berharap masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya untuk mencegah rasa sakit, tetapi juga untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *