Sudutkota.id – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr dr Benjamin Kristianto MKes MARS, menyampaikan rasa keprihatinannya yang mendalam terkait kasus HIV/AIDS yang terus meningkat.
Bahkan dalam tiga bulan terakhir, di Sidoarjo ditemukan kasus HIV/AIDS sebanyak 7.129 yang sebagian besar penyakit tersebut justru menimpa kalangan milenial.
“Kita tahu bahwa saat sekarang ini media sosial, konten-konten di medsos itu kan luar biasa gencarnya. Perkembangan teknologi AI sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak-anak muda, sehingga kita sering tidak bisa membendung arus informasi yang seringkali menyesatkan,” terang politisi Partai Gerindra ini, Selasa (9/6/2026).
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jatim ini mengakui bahwa sejak ditutupnya lokalisasi Dolly di Surabaya, penyebaran virus HIV/AIDS tidak bisa dikendalikan lagi. Bahkan penyebaran virus tersebut sangat liar sehingga bisa menjangkiti siapa saja.
“Sebenarnya bukan masalah di Sidoarjo saja terjadinya kasus HIV/AIDS ini. Menurut saya ada lagi di semua daerah itu hampir sama, bahkan yang dikhawatirkan masih ada budaya-budaya anak muda yang gara-gara nonton di media-media TV, mereka menyaksikan misalnya di media itu orang kota itu suka nongkrong ganti-ganti pacaran atau pasangan, dugem ke diskotik, nah akibatnya budaya ini yang di desa-desa karena ingin seperti orang kota meniru gaya hidup mereka, tanpa disadari dampak tersebut berakibat fatal bagi kesehatan mereka. Tanpa disadari mereka terjangkit virus HIV AIDS,” paparnya.
Meskipun demikian, sebagai seorang dokter yang sangat fokus dalam memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat, ia berharap pemerintah juga harus aktif terjun ke masyarakat. Bukan hanya Puskesmas, tapi juga rutin mengunjungi posyandu secara rutin dan memeriksa kesehatan warga kampung.
“Saya pernah punya pasien ibu rumah tangga biasa. Awalnya flu tapi gak sembuh-sembuh. Akhirnya diperiksa darah, ternyata dia terjangkit HIV/AIDS. Siapa yang menyangka, tentu kita sudah menduga bahwa pembawa virus tersebut adalah suaminya. Karena itu, kita harus waspada, intens melakukan pemeriksaan kesehatan di masyarakat. Disamping untuk mencegah penularan HIV/AIDS, juga mencegah penularannya,” pungkasnya.




















