Nasional

Seluruh Pimpinan BGN Diganti, Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis?

13
×

Seluruh Pimpinan BGN Diganti, Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis?

Share this article
Menteri Sekretariat Negara Republik Indonesia Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. (Foto: Tangkapan layar tayangan youtube Setpres)

Sudutkota.id – Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Pergantian pimpinan lembaga yang menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6).

“Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo dalam konferensi pers.

Selain Dadan, Prabowo juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.

“Yang kedua Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

Sebagai pengganti Dadan, Presiden menunjuk Nanik S Deyang untuk memimpin lembaga yang mengawal salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo tersebut.

“Untuk selanjutnya Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Prasetyo.

Meski menyampaikan apresiasi kepada jajaran lama, Istana menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Prasetyo mengatakan BGN memiliki posisi strategis karena bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, menurut dia, lembaga tersebut membutuhkan tata kelola yang kuat dan kepemimpinan yang efektif.

“Kita ketahui bersama bahwa Badan Gizi Nasional memiliki peran yang sangat strategis di dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat, Tugas ini tentu menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa aspek tata kelola dan efektivitas pelaksanaan program menjadi perhatian utama dalam evaluasi pemerintah. Namun, Istana tidak menjelaskan secara rinci persoalan apa yang menjadi dasar pencopotan seluruh jajaran pimpinan BGN sekaligus.

Prasetyo mengatakan Presiden terus memantau pelaksanaan program dan menerima berbagai masukan dari banyak pihak sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut Bapak Presiden terus mendengarkan dan mendapatkan masukan dari berbagai pihak, baik dari kementerian-kementerian terkait maupun dari masyarakat,” katanya.

Menurut dia, evaluasi juga mencakup masukan dari para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini dijalankan BGN.

“Termasuk dari para penerima manfaat dari program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional. Berkenaan dengan hal tersebut, selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi,” ujar Prasetyo.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai kepala lembaga yang baru. Selain itu, Agustina Arumsari bersama Mayjen TNI Trenggono dipercaya mendampingi sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan jajaran pimpinan sebelumnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *