Sudutkota.id – Kepanikan sempat menyelimuti warga Jalan Nakula Gang IX B, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (30/5/2026) petang.
Sebuah gudang penyimpanan barang bekas terbakar hebat hingga memunculkan kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan keluar rumah karena khawatir kobaran api merembet ke permukiman padat yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Laporan kebakaran diterima Mako UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang pada pukul 17.52 WIB. Hanya berselang dua menit, tim pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.04 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan api yang saat itu telah membakar sebagian besar bangunan gudang. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena banyaknya material mudah terbakar yang tersimpan di dalam gudang.
Di tengah kondisi yang mulai gelap, petugas tampak berjibaku menyemprotkan air bertekanan tinggi ke titik-titik api dan melakukan pembasahan pada puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik.
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari korsleting listrik. Petugas bergerak cepat melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi,” ujar Pandu.
Gudang yang terbakar diketahui milik Moch Arif Yunior, warga Jalan Nakula Gang IX B Nomor 50 RT 07 RW 05, Kelurahan Polehan. Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 meter persegi.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp15 Juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, meski satu warga dilaporkan terdampak.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Malang menerjunkan 12 personel lengkap dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Sedikitnya 8.000 liter air digunakan untuk mengendalikan kobaran api yang sempat mengancam bangunan di sekitarnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan menyeluruh pada area terdampak guna memastikan kondisi benar-benar aman.
“Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha agar kejadian serupa dapat dicegah,” tambah Pandu.
Operasi pemadaman berakhir sekitar pukul 19.05 WIB atau berlangsung kurang lebih satu jam. Penanganan kebakaran juga melibatkan unsur Babinsa, relawan Esteh Anget, serta RJT yang turut membantu pengamanan dan penanganan di lokasi kejadian.




















